Tomat

Tomat (Solanum lycopersicum L.)

Tomat (Solanum lycopersicum) merupakan tumbuhan semak dari famili Solanaceae atau suku terong-terongan. Spesies ini memiliki kebiasaan tumbuh menjalar dan termasuk tanaman yang banyak dimanfaatkan di berbagai belahan dunia. Tanaman ini berasal dari bioma beriklim tropis basah di wilayah Peru, Amerika Selatan.

Di Indonesia, Solanum lycopersicum dikenal dengan nama tomat dan menjadi salah satu komoditas hortikultura utama, baik sebagai bahan pangan maupun sebagai bahan olahan dalam industri makanan. Selain itu, tomat juga memiliki nilai fungsional dalam bidang kesehatan dan kecantikan karena kandungan senyawa bioaktif di dalamnya.

Nama ilmiah Solanum lycopersicum pertama kali dipublikasikan oleh botanis Carolus Linnaeus dalam karyanya Species Plantarum pada tahun 1753. 

Klasifikasi Ilmiah

Klasifikasi ilmiah Solanum lycopersicum adalah sebagai berikut:

  • Kingdom: Plantae
  • Subkingdom: Tracheobionta
  • Superdivisi: Spermatophyta 
  • Divisi: Magnoliophyta 
  • Kelas: Magnoliopsida 
  • Subkelas: Asteridae
  • Ordo: Solanales
  • Famili: Solanaceae 
  • Genus: Solanum
  • Spesies: Solanum lycopersicum

Sejarah dan Penyebaran

Tomat (Solanum lycopersicum) berasal dari kawasan Amerika Selatan, khususnya wilayah Peru, Ekuador, dan Meksiko. Tanaman ini sejak lama telah dibudidayakan oleh suku Aztec dan Inca sebagai bahan pangan.

Pada abad ke-16, tomat mulai dikenal di Eropa setelah dibawa oleh penjajah Spanyol. Awalnya, masyarakat Eropa menganggap tomat sebagai tanaman beracun karena masih berkerabat dengan tumbuhan dari famili Solanaceae lain yang mengandung racun. Namun, pada abad ke-18, tomat mulai diterima sebagai bahan pangan, terutama di Italia yang menjadikannya bagian penting dalam kuliner setempat.

Penyebaran tomat ke Asia melalui jalur perdagangan. Dari Filipina, tomat kemudian menyebar ke berbagai wilayah Asia Tenggara, termasuk Indonesia. Sejak itu, tomat menjadi salah satu tanaman hortikultura yang banyak dibudidayakan di berbagai negara tropis maupun subtropis.

Morfologi

Tomat (Solanum lycopersicum) memiliki ciri morfologi yang khas pada setiap bagian tubuhnya, meliputi akar, batang, daun, bunga, biji, dan buah:

Akar

Sistem perakaran terdiri atas akar tunggang yang berkembang dengan banyak akar serabut dangkal, memungkinkan penyerapan air dan unsur hara secara luas di lapisan tanah atas.

Batang

Batang berwarna hijau, berbentuk persegi empat hingga bulat, serta ditutupi bulu-bulu kasar berwarna hijau keputihan. Batang bersifat lunak, mudah patah, dan cenderung menjalar, terutama bila tidak diberi penopang.

Daun

Daun tersusun secara bergantian, majemuk menyirip dengan ukuran sekitar 0,8 – 1,2 × 0,6 – 0,7 cm. Setiap daun memiliki 2 – 8 pasang anak daun berbentuk bulat telur hingga lonjong, berlekuk dalam dengan tepi bergerigi tidak beraturan. 

Tangkai daun memiliki panjang 1,2 – 7 cm. Daun tomat juga dikenal memiliki aroma yang khas. Warna daun hijau segar, dengan permukaan yang juga berbulu halus.

Bunga

Bunga muncul dalam bentuk tandan pada ketiak daun dan menggantung ke bawah. Warna bunga kuning, bersifat hermafrodit, artinya memiliki dua alat kelamin (benang sari dan putik) dalam satu bunga, sehingga dapat menyerbuk sendiri. 

Panjang bunga berkisar 0,4 – 1 cm. Benang sari membentuk struktur menyerupai kerucut yang mengelilingi kepala putik.

Biji

Biji tomat berbentuk pipih, berwarna cokelat kekuningan, dengan permukaan berbulu halus. Biji dikelilingi jaringan berlendir (pulp) yang membantu proses perkecambahan.

Buah

Buah tomat termasuk tipe berry dengan permukaan halus dan mengilap. Ukuran buah bervariasi, umumnya berdiameter 1 – 2 cm pada tipe liar. 

Saat muda buah berwarna hijau dan berubah menjadi merah saat masak, meskipun beberapa varietas bisa berwarna kuning atau hijau. Buah berisi banyak biji berbentuk ginjal, berwarna kuning keabu-abuan, dilapisi bulu halus, dan berukuran 0,2 – 0,3 mm.

Secara botani tomat merupakan buah tetapi dalam kuliner digolongkan sebagai sayuran, buah tomat dapat dimakan segar, diolah menjadi saus serta jus.

Agroekologi

Tomat merupakan tanaman yang dapat tumbuh di berbagai kondisi lingkungan, baik di dataran rendah maupun di dataran tinggi hingga ketinggian sekitar 2.000 mdpl. 

Pertumbuhan optimalnya dicapai pada daerah dengan suhu harian antara 20 – 27 °C. Suhu yang terlalu rendah atau terlalu tinggi dapat memengaruhi proses pembungaan, pembuahan, dan kualitas buah.

Kebutuhan curah hujan tahunan bagi tanaman tomat berkisar antara 600 – 1.300 mm. Meskipun demikian, ketersediaan air yang berlebihan atau drainase tanah yang buruk dapat menghambat pertumbuhan dan meningkatkan risiko serangan penyakit.

Jenis tanah yang sesuai untuk tomat adalah tanah lempung berpasir yang gembur, subur, dan kaya bahan organik, dengan tingkat keasaman (pH) ideal sekitar 6 – 7. Selain itu, tomat memerlukan paparan cahaya matahari penuh untuk menunjang fotosintesis dan pembentukan buah yang optimal.

Budidaya dan Perawatan

Tomat tumbuh optimal di bawah sinar matahari penuh pada tanah yang subur, gembur, berdrainase baik, serta lembap. Untuk menghindari batang roboh akibat berat buah, tanaman biasanya ditopang dengan ajir atau penyangga. 

Benih tomat berkecambah dalam 3 – 5 hari. Masa dari penaburan biji hingga panen pertama berkisar 77 – 105 hari. Di daerah bebas frost (embun beku), tomat dapat hidup lebih dari satu tahun, meskipun produktivitasnya menurun setelah tahun pertama.

Perbanyakan

Tomat diperbanyak secara generatif melalui biji. Biji yang dipilih harus berasal dari tanaman induk sehat, tidak keriput, dan bebas cacat. Setelah disemaikan, bibit dipindahkan ke lahan ketika berusia 30 – 35 hari.

Waktu Tanam

Penanaman ideal dilakukan pada pagi atau sore hari untuk mengurangi stres bibit. Waktu terbaik adalah 1 – 2 bulan sebelum musim hujan berakhir agar tanaman memperoleh kelembapan yang cukup tanpa risiko tergenang air.

Perawatan Tanaman

  • Cahaya: Tomat memerlukan paparan sinar matahari penuh untuk pertumbuhan optimal.
  • Air: Penyiraman dilakukan secara teratur agar tanah tetap lembap, tetapi tidak boleh tergenang.
  • Pertumbuhan: Tomat termasuk tanaman dengan pertumbuhan cepat, sehingga memerlukan nutrisi dan perawatan intensif.
  • Tanah: Tumbuh baik pada tanah lembap, subur, dan berdrainase baik, terutama tanah lempung gembur yang kaya bahan organik.

Pengendalian Hama dan Penyakit

Tomat (Solanum lycopersicum) rentan terhadap serangan hama dan penyakit yang dapat memengaruhi pertumbuhan tanaman maupun kualitas hasil panen. Penanganan yang tepat diperlukan untuk menjaga produktivitas dan mutu buah.

Hama Utama

Ulat grayak (Spodoptera litura): menyerang daun muda hingga habis, sehingga mengganggu fotosintesis.

Ulat buah (Helicoverpa armigera): merusak buah dengan membuat lubang, menyebabkan busuk, dan menurunkan kualitas.

Kutu daun (Aphis gossypii): mengisap cairan tanaman dan menjadi sebab penyakit virus.

Thrips (Thrips tabaci): menyerang pucuk daun muda, menyebabkan bercak keperakan, serta menularkan virus.

Lalat buah (Bactrocera spp.): meletakkan telur di dalam buah, sehingga buah membusuk dari dalam.

Penyakit 

Layu akibat bakteri (Ralstonia solanacearum): menyebabkan tanaman mendadak layu, batang menghitam, dan akhirnya mati.

Busuk daun (Phytophthora infestans): menimbulkan bercak cokelat kehitaman pada daun, batang, dan buah.

Fusarium wilt (Fusarium oxysporum): infeksi jamur yang menyebabkan daun menguning, layu, dan pertumbuhan tanaman terhambat.

Virus gemini (Tomato yellow leaf curl virus/ TYLCV): ditularkan oleh kutu kebul (Bemisia tabaci), menyebabkan daun keriting, pertumbuhan kerdil, dan penurunan hasil panen.

Bercak septoria (Septoria lycopersici): menimbulkan bercak kecil bulat berwarna cokelat dengan tepi gelap pada daun.

Pengendalian Hama dan Penyakit

Upaya pengendalian dilakukan melalui pendekatan terpadu, antara lain:

  • Budidaya sehat: penggunaan benih unggul tahan penyakit, rotasi tanaman, dan sanitasi kebun.
  • Pengendalian hayati: pemanfaatan musuh alami seperti parasitoid dan predator.
  • Pengendalian mekanis: pemangkasan bagian tanaman yang terinfeksi dan pemasangan perangkap serangga.
  • Penggunaan pestisida: diterapkan secara selektif sesuai kebutuhan untuk mencegah resistensi dan pencemaran lingkungan.

Hama utama meliputi kutu daun, lalat putih, tungau laba-laba merah, serta nematoda akar. Pengendalian dilakukan dengan cara:

  • Memeriksa daun bagian bawah secara rutin.
  • Menggunakan perangkap lengket berwarna kuning untuk lalat putih.
  • Mengoleskan sabun organik atau minyak mineral pada daun untuk mengendalikan tungau laba-laba merah.
  • Melakukan rotasi tanaman dengan varietas tahan atau tanaman non-inang untuk mengurangi serangan nematoda.

Penyakit yang umum dijumpai adalah jamur jelaga, yang tumbuh pada kotoran manis hasil ekskresi kutu daun dan lalat putih.

Varietas Unggul dan Pemuliaan

Tomat (Solanum lycopersicum) memiliki berbagai varietas yang dikembangkan untuk memenuhi kebutuhan konsumsi segar maupun industri olahan. Pemuliaan tanaman dilakukan guna menghasilkan varietas dengan produktivitas tinggi, tahan terhadap hama dan penyakit, serta memiliki kualitas buah yang baik.

Varietas Lokal

Beberapa varietas tradisional atau lokal ditanam oleh petani di Indonesia, seperti tomat apel, tomat gondol, dan tomat keriting. Varietas ini umumnya disukai karena rasanya khas, meskipun ketahanannya terhadap penyakit relatif rendah.

Varietas Hibrida

Varietas hibrida dikembangkan untuk memperoleh hasil panen yang lebih tinggi serta kualitas buah yang seragam. Tomat hibrida biasanya tahan terhadap kondisi lingkungan yang beragam dan lebih tahan terhadap serangan penyakit.

Varietas Unggul di Indonesia

Pemerintah melalui lembaga penelitian dan pengembangan pertanian telah melepas beberapa varietas unggul, antara lain:

  • Intan: menghasilkan buah bulat besar, produktivitas tinggi, dan tahan penyakit layu bakteri.
  • Ratna: cocok untuk dataran tinggi dengan hasil buah seragam.
  • Tirta: tahan terhadap penyakit layu fusarium, ukuran buah sedang, rasa manis segar.
  • Permata: buah berbentuk bulat lonjong, daging tebal, sesuai untuk pengolahan.

Pemuliaan Tomat

Pemuliaan dilakukan melalui persilangan, seleksi, maupun rekayasa genetika untuk mendapatkan varietas dengan sifat unggul. Fokus pemuliaan meliputi:

  • Peningkatan produktivitas tanaman.
  • Ketahanan terhadap penyakit utama seperti layu bakteri dan virus TYLCV.
  • Peningkatan kualitas buah (rasa, warna, ketebalan daging, kandungan likopen).
  • Adaptasi terhadap kondisi iklim tropis dan subtropis.

Varietas unggul sangat mendukung keberlanjutan produksi tomat, meningkatkan pendapatan petani, serta memperkuat daya saing komoditas ini di pasar domestik maupun internasional.

Kandungan

Tomat (Solanum lycopersicum) merupakan sumber nutrisi penting untuk mendukung kesehatan tubuh. Kandungan gizinya mencakup vitamin, mineral, serat, serta senyawa bioaktif dengan fungsi fisiologis yang bermanfaat.

Vitamin

Tomat mengandung vitamin A yang mendukung kesehatan mata, vitamin C sebagai antioksidan dan peningkat daya tahan tubuh, serta vitamin B kompleks seperti B1 (tiamin), B3 (niasin), dan folat yang berperan dalam metabolisme energi serta pembentukan sel darah merah.

Mineral

Tomat menyediakan kalium yang membantu menjaga tekanan darah, magnesium yang mendukung fungsi otot dan saraf, serta fosfor dan kalsium yang penting bagi tulang dan gigi.

Serat

Kandungan serat pada tomat bermanfaat untuk melancarkan sistem pencernaan, menjaga kesehatan usus, serta mengurangi risiko sembelit.

Karotenoid (Likopen)

Likopen merupakan pigmen merah utama pada tomat yang memiliki efek antioksidan kuat. Senyawa ini berfungsi menurunkan risiko penyakit degeneratif seperti kanker dan penyakit kardiovaskular.

Asam Organik

Asam sitrat dan asam malat dalam tomat memberikan rasa segar sekaligus mendukung metabolisme tubuh.

Pektin

Sebagai serat larut, pektin membantu mengontrol kadar gula darah dan kolesterol.

Secara keseluruhan, tomat digolongkan sebagai pangan fungsional karena tidak hanya memberikan nutrisi dasar, tetapi juga memiliki manfaat kesehatan tambahan melalui kandungan antioksidan, serat, dan fitonutriennya.

Khasiat dan Manfaat 

Kesehatan

Tomat (Solanum lycopersicum) memiliki manfaat kesehatan yang berasal dari kandungan nutrisi dan senyawa bioaktif di dalamnya, khususnya vitamin, mineral, antioksidan, serta likopen. Khasiat utamanya meliputi:

Antioksidan

Likopen, vitamin C, dan bioflavonoid berperan sebagai antioksidan yang mampu melawan radikal bebas, sehingga membantu mencegah kerusakan sel dan penuaan dini.

Kesehatan Kardiovaskular

Konsumsi tomat dapat menurunkan kadar kolesterol dan tekanan darah, sehingga menurunkan risiko penyakit jantung serta stroke.

Kanker

Likopen diketahui dapat menurunkan risiko kanker prostat dan kanker lambung melalui mekanisme perlindungan sel dari oksidasi.

Kesehatan Kulit

Kandungan vitamin C dan likopen membantu menjaga elastisitas kulit, mencerahkan wajah, dan melindungi dari kerusakan akibat sinar matahari.

Sistem Pencernaan

Kandungan serat, pektin, serta asam organik dalam tomat membantu melancarkan pencernaan dan mencegah sembelit.

Pengobatan Tradisional

  • Demam: buah tomat yang dilumatkan dan dicampur madu serta air, diminum tiga kali sehari.
  • Penurun Tekanan Darah: konsumsi 1 – 2 buah tomat segar pada pagi hari saat perut kosong.
  • Perawatan Wajah: tomat yang dicampur dengan minyak zaitun digunakan sebagai masker alami untuk mencerahkan kulit wajah.

Selain itu, dalam praktik etnobotani, jus tomat segar digunakan untuk menghentikan perdarahan ringan, di Italia digunakan sebagai obat tradisional untuk gigitan serangga dan kalajengking, sedangkan di Filipina dipakai untuk mengurangi edema pada wanita hamil.

Perawatan Tubuh Alami

tomat juga dapat diolah menjadi bahan kosmetik rumahan seperti masker wajah, toner, scrub tubuh, dan hair mask. Kandungan vitamin C, asam sitrat, dan likopen menjadikannya bahan alami untuk mencerahkan kulit, mengurangi minyak berlebih, serta menjaga kesehatan rambut.

Kuliner

Tomat (Solanum lycopersicum) merupakan salah satu bahan pangan yang sangat serbaguna dalam dunia kuliner. Buah ini dapat dikonsumsi secara langsung maupun diolah menjadi berbagai produk makanan dan minuman.

Konsumsi Segar

Tomat sering dimakan mentah sebagai lalapan, campuran salad, atau bahan pelengkap berbagai hidangan tradisional seperti sayur asam dan sambal di Indonesia.

Olahan Saus Tomat

Tomat Gondol atau Roma sering digunakan untuk membuat saus tomat karena kandungan airnya yang rendah dan daging buahnya yang padat. Proses pembuatan saus biasanya melibatkan perebusan, penghalusan, dan penambahan bumbu seperti bawang putih, basil, serta sedikit gula untuk menyeimbangkan keasaman.

Minuman

Tomat juga diolah menjadi jus segar yang kaya vitamin, atau dijadikan bahan dasar minuman detoks dengan campuran seledri, lemon, dan lada hitam. Jus tomat dipercaya dapat mengembalikan elektrolit tubuh setelah aktivitas fisik intensif.

Produk Olahan Lain

Buah tomat dapat dikeringkan menjadi sun-dried tomatoes yang populer di Eropa, difermentasi, atau diolah menjadi pasta tomat untuk kebutuhan industri makanan. 

Di Italia, tomat merupakan bahan utama saus bolognese, pizza, dan pasta. Di Meksiko, tomat digunakan dalam salsa, sup, serta berbagai hidangan tradisional. Di Asia, tomat menjadi bagian penting dari masakan rumahan, mulai dari sayur, sambal, hingga acar.

Ekonomi dan Sosial

Tomat (Solanum lycopersicum) memiliki peran penting dalam aspek ekonomi maupun sosial, baik di tingkat lokal maupun global.

Sumber Pendapatan Petani

Tomat menjadi salah satu komoditas hortikultura bernilai ekonomi tinggi yang dibudidayakan oleh petani kecil, menengah, maupun skala besar. Hasil panen tomat memberikan kontribusi besar terhadap pendapatan rumah tangga petani, terutama di daerah sentra produksi.

Lapangan Kerja

Budidaya, distribusi, dan industri pengolahan tomat membuka peluang kerja di berbagai sektor, mulai dari tenaga kerja pertanian, pedagang pasar, transportasi, hingga industri makanan dan minuman.

Kontribusi terhadap Industri Pangan

Tomat merupakan bahan baku utama dalam industri pengolahan, khususnya untuk produksi saus, pasta, jus, sup instan, dan makanan kaleng. Industri ini tidak hanya memenuhi kebutuhan domestik tetapi juga berperan dalam perdagangan internasional.

Makanan Bergizi Terjangkau

Tomat menyediakan sumber vitamin, mineral, dan antioksidan dengan harga relatif terjangkau. Hal ini menjadikannya bagian penting dari pola konsumsi masyarakat, baik di perkotaan maupun pedesaan.

Peran Sosial Budaya

Di Indonesia, tomat sering digunakan sebagai bahan sambal, sayur asam, atau lalapan. Di negara lain, tomat menjadi ikon kuliner, misalnya dalam masakan Italia, Meksiko, dan Mediterania.

Ketahanan Pangan

Sebagai komoditas hortikultura yang mudah dibudidayakan dan bernilai gizi tinggi, tomat  mendukung ketahanan pangan, baik melalui konsumsi langsung maupun pengolahan menjadi produk dengan daya simpan lebih lama.

Dengan nilai ekonomi, gizi, dan sosial yang tinggi, tomat menjadi komoditas strategis dalam pembangunan pertanian dan kesejahteraan masyarakat.

Simbolisme dan Budaya Populer

Tomat (Solanum lycopersicum) tidak hanya memiliki nilai pangan dan ekonomi, tetapi juga hadir dalam simbolisme serta budaya populer di berbagai belahan dunia.

Simbol Kesuburan dan KehidupanWarna merah cerah dan kandungan air yang tinggi menjadikan tomat sering dipandang sebagai simbol kesuburan, kesehatan, serta vitalitas dalam tradisi masyarakat tertentu.

Festival TomatSalah satu festival paling terkenal adalah La Tomatina di Buñol, Spanyol, di mana ribuan orang berkumpul untuk saling melempar tomat dalam perayaan tahunan. Festival ini telah menjadi daya tarik wisata internasional.

Seni dan MediaTomat kerap muncul dalam karya seni, film, maupun literatur sebagai simbol kesegaran, kehidupan, atau bahkan humor. Istilah “lempar tomat” juga identik dengan ekspresi ketidakpuasan penonton terhadap pertunjukan di panggung.

Bahasa dan Ungkapan, Dalam bahasa sehari-hari, tomat kadang digunakan sebagai metafora. Misalnya dalam ungkapan bahasa Inggris “red as a tomato” yang menggambarkan wajah memerah karena malu.

Dengan berbagai makna simbolis dan penggunaannya dalam budaya populer, tomat telah melampaui sekadar fungsi sebagai bahan pangan, dan menjadi bagian dari identitas sosial serta ekspresi budaya masyarakat.

Sumber:

1 komentar untuk “Tomat (Solanum lycopersicum L.)”

  1. Pingback: Solanaceae (Suku Terung-terungan) - arsipflora.com

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *