Terung

Terung (Solanum melongena L.)

Terung (Solanum melongena L.) merupakan salah satu jenis tanaman hortikultura yang tergolong kedalam famili Solanaceae dan genus Solanum. Terung ini dikenal sebagai sayuran buah yang bernilai ekonomi tinggi dan banyak dikonsumsi masyarakat di berbagai belahan dunia.

Secara historis, terung berasal dari wilayah India dan Sri Lanka, yang kemudian menyebar ke berbagai daerah beriklim tropis dan subtropis. Perkembangan budidayanya paling pesat terjadi di Asia Tenggara, termasuk Indonesia, dengan sentra penanaman utama di Pulau Jawa dan Pulau Sumatera.

Dalam sistem kekerabatan botani, terung memiliki hubungan yang erat dengan beberapa tanaman lainnya dari  famili Solanaceae, seperti tomat (Solanum lycopersicum L.) dan kentang (Solanum tuberosum). 

Klasifikasi Ilmiah

Secara taksonomi, terung termasuk dalam Kingdom Plantae dan tergolong dalam kelompok tumbuhan Spermatophyta. Sistem klasifikasi ilmiah terung adalah sebagai berikut:

  • Kingdom: Plantae
  • Subkingdom: Tracheobionta
  • Superdivisi: Spermatophyta
  • Divisi: Magnoliophyta
  • Kelas: Magnoliopsida
  • Subkelas: Asteridae
  • Ordo: Solanales
  • Famili: Solanaceae
  • Genus: Solanum
  • Spesies: Solanum melongena L.

Sebaran dan Habitat

Terung (Solanum melongena L.) berasal dari wilayah India dan Sri Lanka, dan merupakan salah satu tanaman purba yang telah lama mengalami proses domestikasi. 

Sebaran alami terung adalah pada kawasan Myanmar hingga ke Yunnan (China Selatan) lalu kemudian menyebar ke berbagai daerah tropis dan subtropis lainnya.

Di Indonesia, tanaman terung telah lama dibudidayakan dengan pusat penanaman di pulau Jawa, Sumatera dan Sulawesi.

Terung merupakan tanaman yang memiliki daya adaptasi tinggi terhadap berbagai kondisi lingkungan. Suhu tumbuh ideal bagi tanaman ini berkisar antara 25 – 35°C, pada ketinggiaan kisaran 1 – 1.200 mdpl.

Tanah yang sesuai untuk pertumbuhan optimal adalah tanah yang subur, gembur, memiliki drainase baik, serta bertekstur lempung berpasir. Derajat keasaman tanah yang ideal berada pada kisaran pH 5,3 – 6,0, namun tanaman ini masih mampu tumbuh dengan baik pada pH hingga 5,0.

Terung dikenal memiliki toleransi yang baik terhadap kondisi kekeringan maupun curah hujan tinggi, sehingga dapat dibudidayakan di berbagai wilayah beriklim tropis. Selain itu, tanaman ini dapat tumbuh dan berproduksi sepanjang tahun.

Morfologi

Terung (Solanum melongena L.) memiliki morfologi yang khas dan mudah dikenali. 

Akar

Sistem perakarannya berupa akar tunggang yang kuat dan mampu menembus tanah cukup dalam, sehingga mendukung penyerapan air serta unsur hara secara optimal.

Batang

Batangnya bersifat tegak, bertekstur agak kasar, dan biasanya terdiri atas batang utama (primer) dengan beberapa cabang sekunder yang tumbuh menyebar. Pada umumnya, batang dan cabang tanaman terung dilapisi rambut halus (trikoma) yang memberikan kesan sedikit berbulu.

Daun

Daunnya bertangkai dengan panjang sekitar 5 – 10 cm, berbentuk bulat telur dengan ujung tumpul hingga meruncing, serta berwarna hijau atau hijau keunguan. Permukaan daun juga ditumbuhi bulu halus dan memiliki urat daun yang jelas.

Bunga

Bunganya termasuk bunga lengkap (berkelamin dua), dengan mahkota berwarna ungu dan benangsari kuning yang mencolok. Bunga biasanya muncul di ketiak daun dan tersusun secara soliter atau dalam kelompok kecil.

Buah

Buah terung merupakan buah sejati tunggal yang berdaging tebal dan lunak, dengan bentuk yang bervariasi, seperti bulat, lonjong, hingga memanjang, tergantung varietasnya. Warna buah bervariasi juga seperti ungu, hijau, putih, atau kombinasi keduanya.

Biji

Bijinya berukuran kecil, lembut, dan sedikit berlendir, dengan warna cokelat kekuningan hingga cokelat kehitaman saat masak sempurna.

Varietas 

Terung (Solanum melongena L.) memiliki keragaman varietas yang sangat luas, baik dalam hal warna kulit, bentuk buah, ukuran, maupun cita rasa. Setiap varietas memiliki ciri khas tersendiri yang disesuaikan dengan preferensi kuliner dan kondisi budidaya di berbagai daerah. 

Berikut ini varietas terung yang umum dikenal:

Terung putih (White eggplant)

Terung putih ini dikenal dengan sebutan terung telur, varietas ini memiliki kulit berwarna putih bersih dengan bentuk bulat atau memanjang. Ukurannya relatif kecil, bertekstur lembut setelah dimasak, dan memiliki rasa gurih yang khas. 

Terung putih sering digunakan dalam masakan yang kaya akan bumbu atau bahkan sebagai bahan hidangan penutup.

Terung telunjuk

Varietas terung telunjuk ini berbentuk panjang dan ramping seperti jari telunjuk, kulitnya berwarna hijau dan bawahnya terdapat lurik putih. Terung telunjuk juga disebut dengan terung Medan.

Terung ini biasa digunakan untuk masakan tauco dan juga sebagai pelengkap pada masakan.

Terung ungu

Merupakan varietas terung yang paling umum dijumpai. Kulitnya berwarna ungu tua mengilap, dengan tekstur daging lembut dan manis. Kandungan antosianin dan serat yang tinggi menjadikannya bermanfaat bagi kesehatan. Terung ungu cocok untuk berbagai olahan seperti rebusan, panggangan, maupun gorengan.

Terung Jepang (Japanese eggplant)

Di Jepang varietas terung ini disebut nasu, varietas ini berbentuk panjang dan ramping, dengan kulit tebal berwarna ungu gelap. Tekstur dagingnya lembut dengan rasa manis alami. 

Terung Jepang banyak digunakan dalam masakan panggang, rebus, dan hidangan tradisional Jepang.

Terung hijau

Varietas terung hijau Memiliki warna kulit hijau cerah dan ukuran buah yang lebih besar dibandingkan terung ungu. Daging buahnya lembut, berair, dan memiliki biji kecil. 

Rasanya ringan dengan sedikit rasa manis. Varietas ini sering digunakan dalam hidangan kukus, tumis, dan sup tradisional Asia Tenggara.

Terung zebra

Varietas terung zebra unik dengan pola garis-garis putih dan hijau pada kulit buahnya. Dagingnya renyah dan sedikit manis, cocok untuk digoreng atau dipanggang. Karena tampilannya menarik, terung zebra juga sering digunakan sebagai hiasan dalam penyajian hidangan.

Terung India (Brinjal)

Terung India memiliki kulit berwarna ungu tua mengilap dengan ukuran sedang dan biji relatif besar. Rasanya manis dengan tekstur daging agak padat. Terung India banyak digunakan dalam masakan tumis dan panggang, seperti curry dan bharta khas Asia Selatan.

Terung Siam / Terung lalapan

Varietas terung siam umum dijumpai di pasar tradisional Indonesia, berasal dari Asia Tenggara. Buahnya berbentuk bulat kecil dengan kulit tipis berwarna hijau muda. Rasanya manis sedikit pahit, sering disajikan sebagai lalapan segar atau dimasak dalam tumis dan sayur berbumbu ringan.

Terung merah

Sesuai namanya, varietas terung merah memiliki kulit berwarna merah cerah dan ukuran lebih besar dari terung ungu. Daging buahnya lembut dan manis, cocok untuk dimasak isi (stuffed eggplant) atau digoreng. Beberapa jenis terung merah berbentuk bulat, sementara lainnya memanjang.

Terung kuning

Berukuran kecil dengan kulit berwarna kuning cerah. Dagingnya lembut, berair, dan memiliki rasa manis ringan. Terung kuning umumnya digunakan dalam hidangan goreng, tumis, atau sebagai pelengkap sajian penutup.

Terung pipit / rimbang

Merupakan varietas terung berbuah kecil berbentuk bulat, berkulit hijau dengan rasa manis dan tekstur renyah. Terung pipit bisa juga disebut dengan tekokak, cempokak, rimbang dan lainnya. Terung pipit sering dimanfaatkan dalam masakan tumis, sup, atau campuran sambal tradisional.

Terung Dayak / terung asam / terung emas

Varietas khas Kalimantan dan Asia Tenggara, memiliki kulit kuning cerah dan bentuk bulat. Dagingnya lembut dengan cita rasa asam segar dan sedikit pahit. Terung ini banyak digunakan dalam masakan khas Dayak seperti sayur asam dan olahan ikan sungai.

Terung globe / terung Amerika

Merupakan varietas yang paling banyak dijumpai di supermarket dunia. Buahnya pendek, gemuk, dan berwarna ungu tua. Teksturnya tebal dan berdaging, sehingga sering dijadikan pengganti daging atau sumber protein nabati dalam hidangan vegetarian.

Terung Italia (Italian eggplant)

Memiliki bentuk dan warna yang mirip dengan terung Globe, namun berukuran lebih kecil dan rasanya lebih manis. Dagingnya empuk dan mudah menyerap bumbu. Terung Italia populer dalam masakan khas Italia, seperti caponata, parmigiana di melanzane, dan ratatouille.

Budidaya

Terung (Solanum melongena L.) diperbanyak secara generatif melalui biji. Biji yang akan digunakan sebagai benih sebaiknya berasal dari buah yang sudah tua dan sehat. Sebelum disemai, benih perlu direndaman dalam air hangat selama 10 – 15 menit, kemudian dibungkus kain basah selama ±24 jam untuk mempercepat proses perkecambahan.

Penyemaian dilakukan di atas bedengan yang gembur dan lembap, dengan naungan tipis untuk melindungi bibit dari sinar matahari langsung dan hujan deras. Bibit siap dipindahkan ke lahan tanam setelah berumur sekitar 1,5 bulan atau telah memiliki empat helai daun sejati.

Pada tahap penanaman, satu bibit diletakkan pada setiap lubang tanam dengan jarak tanam yang disesuaikan menurut varietasnya. Terung tumbuh baik pada lahan terbuka tanpa naungan, dengan pencahayaan penuh sepanjang hari.

Pemanenan umumnya dilakukan pada umur sekitar 90 hari setelah semai, dengan frekuensi panen setiap minggu sebanyak 6 – 7 kali selama masa produksi. Waktu panen terbaik adalah pagi atau sore hari, untuk menjaga kesegaran dan kualitas buah, serta menghindari kerusakan akibat suhu tinggi pada siang hari.

Kandungan Nutrisi

Terung (Solanum melongena L.) merupakan sayuran rendah kalori yang kaya air serta mengandung berbagai zat gizi yang penting bagi tubuh. Dalam setiap 100 gram terung segar, terkandung komposisi gizi berikut:

  • Energi: 24 kalori
  • Protein: 1,1 gram
  • Lemak: 0,2 gram
  • Karbohidrat: 5,5 gram
  • Kalsium: 15 miligram
  • Fosfor: 37 miligram
  • Zat besi: 0,4 miligram
  • Vitamin A: 4 SI
  • Vitamin B1 (Tiamin): 0,04 miligram
  • Vitamin C: 5 miligram
  • Air: 92,7 gram

Selain itu, terung mengandung kalium dalam jumlah tinggi dan natrium dalam kadar rendah, yang bermanfaat untuk menjaga kesehatan jantung dan mengontrol tekanan darah. Kandungan serat, antioksidan (seperti nasunin pada kulit terung ungu), serta senyawa fenolik juga dapat menbantu menjaga kesehatan tubuh dan melindungi sel dari kerusakan akibat radikal bebas.

Khasiat dan Manfaat

Kuliner

Terung merupakan bahan pangan serbaguna yang dapat diolah dengan berbagai cara, seperti digoreng, dibakar, ditumis, direbus, atau dijadikan campuran lauk dan sambal. Baik kulit maupun daging buahnya dapat dikonsumsi, karena keduanya mengandung nutrisi dan antioksidan penting.

Dalam dunia kuliner, terung banyak digunakan dalam berbagai hidangan tradisional dan internasional, antara lain:

  • Baba Ganoush (Timur Tengah)
  • Eggplant Parmesan (Italia)
  • Thai Curry (Thailand)
  • Terong Balado dan Sayur Lodeh (Indonesia)

Kelezatan dan fleksibilitasnya menjadikan terung tidak hanya bernilai gizi tinggi, tetapi juga memiliki nilai budaya dan ekonomi yang signifikan di berbagai belahan dunia.

Kesehatan

Terung dikenal sebagai sayuran yang kaya akan zat gizi dan senyawa bioaktif yang dapat membatnu menjaga kesehatan tubuh. Kandungan serat, vitamin, mineral, dan antioksidan di dalamnya memberikan berbagai manfaat fisiologis. Beberapa khasiat terung bagi kesehatan antara lain sebagai berikut:

  • Menjaga kesehatan jantung dengan membantu menurunkan kadar kolesterol jahat (LDL) dan meningkatkan kolesterol baik (HDL).
  • Menurunkan tekanan darah, berkat kandungan kalium yang membantu mengatur keseimbangan cairan dan tekanan darah dalam tubuh.
  • Mencegah penyakit kanker melalui senyawa antioksidan seperti nasunin dan antosianin yang melawan kerusakan sel akibat radikal bebas.
  • Melindungi kesehatan otak dengan meningkatkan sirkulasi darah dan mencegah stres oksidatif pada jaringan saraf.
  • Membantu program diet dan pengendalian berat badan, karena rendah kalori dan tinggi serat yang memberikan rasa kenyang lebih lama.
  • Mencegah sembelit serta menjaga kesehatan sistem pencernaan melalui kandungan serat yang memperlancar pergerakan usus.
  • Menstabilkan kadar gula darah, bermanfaat bagi penderita diabetes tipe 2.
  • Mencegah peradangan dan membantu proses pemulihan jaringan tubuh.
  • Menjaga kepadatan tulang berkat kandungan mineral seperti kalsium, fosfor, dan zat besi.
  • Meningkatkan kesehatan mata melalui kandungan antosianin yang melindungi retina dari kerusakan.
  • Mengoptimalkan fungsi saraf karena adanya vitamin B kompleks, terutama tiamin (B1).
  • Berpotensi memperpanjang usia dengan mencegah penyakit degeneratif akibat penuaan dini.

Sumber:

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *