Famili Solanaceae, dikenal sebagai suku terung-terungan, merupakan kelompok tumbuhan berbunga yang mencakup herba, semak, perdu, hingga pohon kecil. Famili ini memiliki sekitar 90 genus dan lebih dari 3.000 spesies yang tersebar luas di daerah tropis dan subtropis, terutama di Amerika Selatan. Anggota famili Solanaceae banyak dimanfaatkan dalam segi ekonomi, kesehatan maupun industri.
Karakteristik Umum
Sebagian besar spesies anggota famili Solanaceae mengandung senyawa alkaloid yang bersifat toksik dalam dosis tertentu. Sistem perakarannya umumnya berupa akar tunggang, dan pada beberapa jenis dapat berkembang menjadi umbi akar. Batangnya berbentuk bulat, beruas-ruas jelas, serta sering kali ditutupi oleh rambut halus (trikoma). Pada tanaman tertentu, seperti Solanum tuberosum (kentang), batang bawah tanahnya mengalami modifikasi menjadi umbi batang yang menjadi tempat penyimpanan cadangan makanan.
Daunnya tersusun berseling dan tidak memiliki daun penumpu (stipula). Bentuk daun bervariasi, dari sederhana hingga bercangap, dengan permukaan yang sering mengandung trikoma kelenjar penghasil aroma khas. Bunganya berkelamin ganda (hermafrodit) dan beraturan (aktinomorf), biasanya muncul di ketiak daun atau di ujung cabang.
Kelopak bunga terdiri atas lima helai yang menyatu (gamosepal) dan sering kali tetap melekat pada buah. Mahkota bunga juga berjumlah lima dan menyatu (gamopetal), berbentuk corong, roda, atau lonceng. Benangsari berjumlah lima, melekat pada tabung mahkota, dan mengelilingi kepala putik. Putik terdiri atas dua karpel yang menyatu membentuk ovarium superior dengan satu tangkai putik (stilus) dan kepala putik (stigma) bercabang dua.
Buah anggota famili Solanaceae bervariasi bentuknya, dapat berupa buah beri seperti pada tomat (Solanum lycopersicum) dan terong (Solanum melongena), atau berupa kapsul seperti pada tembakau (Nicotiana tabacum) dan kecubung (Datura metel).
Biji umumnya kecil, banyak jumlahnya, dan memiliki endosperma dengan embrio melingkar. Secara mikroskopis, jaringan tanaman ini ditandai oleh keberadaan berbagai tipe trikoma, baik glandular maupun non-glandular, serta tipe stomata anisositik atau anomositik. Kandungan kimianya didominasi oleh alkaloid seperti tropane, nikotin, solanin, dan skopolamin.
Famili Solanaceae tersebar luas di daerah tropis dan subtropis, dengan pusat keanekaragaman utama di Amerika Selatan. Tumbuhan ini umumnya tumbuh baik di tanah yang gembur, subur, dan memiliki drainase baik, baik pada dataran rendah maupun daerah berketinggian sedang. Beberapa genus penting yang termasuk dalam famili ini antara lain Solanum (kentang, terong), Capsicum (cabai), Lycopersicon (tomat), Nicotiana (tembakau), Datura (kecubung), dan Atropa (belladonna).
Adaptasi dan Ekologi
Famili Solanaceae memiliki kemampuan adaptasi ekologis yang luas, sehingga anggotanya dapat ditemukan di berbagai habitat, mulai dari daerah tropis hingga subtropis, bahkan di beberapa wilayah beriklim sedang. Pusat keanekaragaman famili ini berada di Amerika Selatan, khususnya di wilayah Andes, yang memiliki variasi lingkungan dari dataran rendah hingga pegunungan tinggi. Banyak spesies dari famili Solanaceae telah tersebar dan dibudidayakan di seluruh dunia karena nilai ekonominya, baik sebagai tanaman pangan, obat-obatan, maupun hias.
Dari segi adaptasi morfologi, sebagian besar anggota famili Solanaceae adalah tanaman herba tegak atau semak dengan batang yang fleksibel dan mampu tumbuh baik di tanah berdrainase baik. Beberapa spesies, seperti kentang (Solanum tuberosum), beradaptasi dengan lingkungan yang memiliki musim dingin atau kering melalui pembentukan umbi batang sebagai organ penyimpanan cadangan makanan.
Spesies lain seperti tembakau (Nicotiana tabacum) dan cabai (Capsicum annuum) beradaptasi dengan lingkungan panas dan kering melalui daun tipis dan bertrikoma, yang membantu mengurangi kehilangan air dan melindungi dari serangan herbivora.
Dalam hal ekologi dan interaksi lingkungan, famili Solanaceae berperan dalam rantai makanan dan ekosistem. Bunganya yang berwarna mencolok dan mengandung nektar menarik berbagai polinator, terutama lebah, kupu-kupu, dan burung. Penyerbukan biasanya bersifat dibantu serangga (entomofili), meskipun pada beberapa spesies tertentu dapat terjadi penyerbukan sendiri (autogami). Buah-buah beri dari famili Solanaceae seperti tomat dan leunca dimakan oleh burung dan mamalia kecil, yang membantu dispersi biji secara alami.
Dari segi adaptasi fisiologis dan kimiawi, banyak anggota famili Solanaceae menghasilkan senyawa alkaloid seperti solanin, nikotin, atropin, dan skopolamin. Zat-zat ini berfungsi sebagai mekanisme pertahanan alami terhadap herbivora dan patogen, karena bersifat toksik atau menimbulkan efek fisiologis tertentu pada hewan pemakan tumbuhan. Kandungan alkaloid ini juga menjadi alasan mengapa beberapa spesies Solanaceae digunakan dalam bidang farmasi dan pengobatan tradisional.
Secara umum, famili Solanaceae tumbuh optimal di tanah gembur, subur, dengan pH netral hingga agak asam dan memiliki intensitas cahaya tinggi. Mereka membutuhkan suhu sedang hingga hangat (20 – 30°C) serta curah hujan yang cukup, meskipun beberapa jenis mampu beradaptasi pada kondisi kering dengan sistem akar yang dalam.
Famili Solanaceae di Arsip Flora
Berikut ini adalah spesies dari famili Solanaceae yang ada di Arsip Flora:



