Nymphaea tetragona adalah spesies tumbuhan air dari famili Nymphaeaceae atau suku teratai-terataian. Spesies ini termasuk ke dalam kelompok hidrofit karena memiliki kebiasaan hidup di perairan tenang dan membentuk akar rimpang. Tumbuhan ini dikenal dengan nama umum pygmy waterlily dalam bahasa Inggris.
Sebaran alami Nymphaea tetragona mencakup wilayah dengan iklim sedang, mulai dari Eropa Utara, kawasan Himalaya, Korea, hingga daerah subarktik Amerika Utara dan Amerika Serikat bagian barat laut. Spesies ini pertama kali dideskripsikan secara ilmiah oleh botanis asal Jerman, Johann Gottlieb Georgi, pada tahun 1775.
Nymphaea tetragona juga dimanfaatkan sebagai tanaman hias, bahan pangan, serta digunakan dalam praktik pengobatan tradisional dan ritual keagamaan tertentu.
Klasifikasi Ilmiah
Berdasarkan sistem taksonomi tumbuhan, Nymphaea tetragona diklasifikasikan sebagai berikut:
- Kingdom: Plantae
- Subkingdom: Tracheobionta
- Superdivisi: Spermatophyta
- Divisi: Magnoliophyta
- Kelas: Magnoliopsida
- Subkelas: Magnoliidae
- Ordo: Nymphaeales
- Famili: Nymphaeaceae
- Genus: Nymphaea
- Spesies: Nymphaea tetragona Georgi
Morfologi
Nymphaea tetragona memiliki morfologi khas tumbuhan air dari famili Nymphaeaceae. Daunnya berbentuk hati atau bulat telur dengan tepian berwarna ungu, dan pada beberapa individu dapat ditemukan bintik-bintik berwarna coklat kemerahan atau ungu.
Akar tumbuhan ini berupa rimpang yang tumbuh tegak dan tidak bercabang. Bunga yang dihasilkan berukuran relatif kecil dengan diameter sekitar 1,5 hingga 3 inci, mengapung di permukaan air, dan terdiri atas hingga 15 kelopak berwarna putih. Setiap bunga memiliki 30 hingga 45 benang sari berwarna kuning. Sepal berwarna hijau, tersusun dalam lingkaran empat, dan melekat pada wadah bunga yang berbentuk bersudut empat.
Buah yang dihasilkan mengandung biji halus berbentuk bulat dengan ukuran sekitar 2-3 × 1,5-2 milimeter. Perbandingan panjang terhadap lebar biji adalah sekitar 1,3 hingga 1,5 kali. Spesies ini juga diketahui memiliki 112 pasang kromosom.
Taksonomi dan Sejarah Penemuan
Nymphaea tetragona pertama kali dideskripsikan oleh ahli botani Jerman, Johann Gottlieb Georgi, pada akhir abad ke-18. Spesimen awal yang menjadi dasar deskripsi ilmiah dikoleksi dari wilayah Siberia Timur, tepatnya di Sungai Angara, pada tahun 1772. Spesimen tersebut kini tersimpan di Institut Botani Komarov dengan label tulisan tangan Georgi yang menyebutnya sebagai “Nymphaea tetragona sp. nova”.
Secara taksonomi, spesies ini ditempatkan dalam subgenus Nymphaea subg. Nymphaea dan lebih spesifik berada pada bagian Nymphaea sect. Chamaenymphaea. Pengelompokan ini dilakukan berdasarkan ciri-ciri morfologi khas yang dimiliki, seperti bentuk bunga, struktur rimpang, serta karakter biji yang halus dan kecil.
Habitat dan Sebaran
Nymphaea tetragona merupakan tumbuhan air yang mendiami perairan tenang seperti kolam, danau, rawa, serta sungai dengan arus lambat. Spesies ini berasal dari wilayah beriklim sedang dengan sebaran luas yang mencakup Eropa Utara, Asia, hingga Amerika Utara.
Sebaran geografisnya meliputi Nepal bagian tengah, Tiongkok, India, Jepang, Kashmir, Kazakhstan, Korea, Rusia, dan Vietnam. Di kawasan Eropa, spesies ini ditemukan terutama di wilayah boreal yang berada di atas garis lintang 50° LU. Di Amerika Utara, keberadaannya tercatat di daerah subarktik hingga Amerika Serikat bagian barat laut.
Di negara bagian Minnesota, Amerika Serikat, N. tetragona ditemukan pada sungai berarus lambat yang sering dikaitkan dengan aktivitas berang-berang yang membangun bendungan sehingga menciptakan habitat yang sesuai. Tumbuhan ini biasanya tumbuh pada kedalaman air 1 hingga 2 meter dan sering dijumpai bersama spesies lain seperti Zizania aquatica, Sagittaria sp., Scirpus sp., dan Typha sp. Selain itu, Nymphaea odorata var. tuberosa serta Nuphar variegata (yellow pond-lily) juga kerap ditemukan pada habitat yang sama.
Reproduksi
Nymphaea tetragona bereproduksi secara seksual melalui biji. Buah yang telah matang akan membusuk sehingga memperlihatkan bijinya. Biji tersebut dapat mengapung di permukaan air selama kurang lebih satu hari, suatu mekanisme penting untuk memungkinkan penyebaran di habitat perairan yang tenang seperti kolam, rawa, danau, atau sungai.
Penyebaran jarak dekat biasanya terjadi melalui pergerakan air, sedangkan untuk jarak yang lebih jauh difasilitasi oleh berbagai agen eksternal. Ikan dapat memakan biji dan membantu menyebarkannya ke lokasi lain, burung air juga kerap menyebarkan biji melalui daratan, sementara manusia dapat menyebarkannya baik secara sengaja maupun tidak sengaja.
Meskipun memiliki beberapa mekanisme penyebaran, keberhasilan pembentukan biji dalam kondisi ekologi yang sesuai dianggap lebih penting bagi kelangsungan populasi Nymphaea tetragona daripada kemampuan penyebaran itu sendiri. Dengan kata lain, kesesuaian habitat hal utama yang harus diperhatikan dalam perkembangan dan keberlanjutan spesies ini.
Status Konservasi
Menurut Daftar Merah Spesies Terancam Punah IUCN (2010), Nymphaea tetragona dikategorikan sebagai Least Concern (LC) karena memiliki sebaran global yang sangat luas. Status konservasi menurut NatureServe adalah G5 Secure, yang menunjukkan spesies ini secara umum tidak menghadapi ancaman besar pada skala global.
Namun demikian, status konservasi Nymphaea tetragona dapat bervariasi menurut wilayah. Spesies ini dilaporkan mengalami penurunan populasi di beberapa negara akibat degradasi habitat dan eksploitasi berlebihan. Di Tiongkok dan India, Nymphaea tetragona dianggap sebagai spesies yang terancam punah, terutama karena penyusutan lahan basah yang menjadi habitat alaminya.
Di British Columbia, Kanada, spesies ini terdaftar sebagai takson daftar biru, yang berarti berisiko dan memerlukan perhatian khusus. Di beberapa negara bagian Amerika Serikat, termasuk Maine dan Minnesota, Nymphaea tetragona juga tercatat sebagai spesies yang terancam. Dengan demikian, meskipun memiliki distribusi global yang luas, keberadaan spesies ini di tingkat lokal tetap menghadapi ancaman nyata terhadap kelestariannya.
Manfaat
Nymphaea tetragona memiliki berbagai kegunaan baik dalam aspek ornamental, budaya, maupun pengobatan tradisional. Dalam bidang hortikultura, spesies ini sering dimanfaatkan sebagai tanaman hias karena bentuk bunganya yang indah dan ukurannya yang relatif kecil, sehingga cocok ditanam di kolam atau taman air.
Selain sebagai tanaman hias, bagian tertentu dari tumbuhan ini juga dapat digunakan sebagai sumber pangan. Kuncup daun dan bijinya diketahui dapat dikonsumsi. Dalam konteks budaya, terutama dalam tradisi Buddhisme, bunga Nymphaea tetragona digunakan sebagai persembahan religius.
Dalam bidang etnomedisin, Nymphaea tetragona memiliki sejarah pemanfaatan yang panjang. Praktisi pengobatan tradisional dari berbagai suku memanfaatkan rimpangnya untuk mengobati disentri dan diare. Selain itu, tumbuhan ini juga digunakan dalam pengobatan rakyat untuk menangani enteritis, demam, gangguan saluran kemih yang disertai rasa nyeri, serta infeksi saluran kemih. Di sisi lain, beberapa praktisi pengobatan herbal juga memanfaatkannya untuk mengobati kemacetan bronkial dan nyeri ginjal.
Farmakologi dan Penelitian
Nymphaea tetragona memiliki potensi farmakologi yang menarik dan telah menjadi objek penelitian ilmiah. Spesies ini merupakan anggota pertama dalam famili Nymphaeaceae yang diketahui mengandung senyawa Geraniin, yaitu senyawa dengan aktivitas biologis yang signifikan.
Ekstrak metanol 50% dari Nymphaea tetragona terbukti memiliki kemampuan untuk menghambat bakteri penyebab penyakit pada ikan. Mekanisme kerja ekstrak ini berhubungan dengan kemampuannya mengganggu komunikasi antar sel bakteri yang dikenal sebagai faktor virulensi. Dengan demikian, ekstrak tersebut berpotensi digunakan sebagai agen antimikroba yang aman untuk mencegah dan mengendalikan penyakit infeksi pada organisme akuatik.
Penelitian juga menunjukkan bahwa sifat antimikroba ekstrak Nymphaea tetragona berpeluang dikembangkan lebih lanjut dalam bidang medis. Kegunaannya diusulkan sebagai pengobatan antimikroba yang dikombinasikan dengan antibiotik untuk melawan resistensi bakteri, termasuk dalam kasus infeksi Salmonella pada manusia maupun hewan. Dengan temuan ini, Nymphaea tetragona tidak hanya memiliki nilai ekologis dan kultural, tetapi juga berpotensi penting dalam pengembangan obat modern.
Sumber:
- “PYGMY WATERLILY Nymphaea tetragona Georgi” plantamor.com (Diakses pada 22 September 2025)
- “Nymphaea tetragona Georgi” powo.science.kew.org (Diakses pada 22 September 2025)
- “Pygmy Water-Lily Nymphaea tetragona” www.inaturalist.org (Diakses pada 22 September 2025)
- “Nymphaea tetragona (H)” www.rhs.org.uk(Diakses pada 22 September 2025)
- “Nymphaea tetragona (Lily Air Kerdil)” www.gardenia.net (Diakses pada 22 September 2025)
- “Nymphaea tetragona” www.iucnredlist.org (Diakses pada 30 September 2025)



