Nanas

Nanas (Ananas comosus (L.) Merr.)

Nenas atau nanas (Ananas comosus (L.) Merr.) merupakan salah satu spesies tumbuhan menahun yang termasuk dalam famili Bromeliaceae (suku nanas-nanasan). Tumbuhan ini berasal dari bioma beriklim tropis kering dengan wilayah sebaran alami yang meliputi Kosta Rika hingga kawasan tropis Amerika Selatan. Di Indonesia, tanaman ini dikenal dengan berbagai sebutan daerah, antara lain nanas di Jawa, danas di Sunda, dan nanèh di Sumatra.

Nama ilmiah Ananas comosus pertama kali dipublikasikan oleh botanis Elmer Drew Merrill pada tahun 1917. Secara umum, nenas dikenal sebagai tanaman buah tropis yang memiliki nilai ekonomi tinggi dan banyak dimanfaatkan untuk konsumsi segar, pengolahan makanan, serta bahan dalam industri farmasi dan kosmetik.

Klasifikasi Ilmiah

Nenas termasuk dalam kelompok tumbuhan berbiji (Spermatophyta). Berdasarkan sistem taksonomi botani, posisi taksonomis tanaman ini adalah sebagai berikut:

  • Kingdom: Plantae
  • Subkingdom: Tracheobionta
  • Superdivisi: Spermatophyta
  • Divisi: Magnoliophyta
  • Kelas: Equisetopsida
  • Subkelas: Commelinidae
  • Ordo: Poales
  • Famili: Bromeliaceae
  • Genus: Ananas
  • Spesies: Ananas comosus (L.) Merr.

Klasifikasi ini menempatkan nenas dalam famili Bromeliaceae, yang dikenal sebagai keluarga tanaman tropis dengan kemampuan beradaptasi tinggi terhadap kondisi kering. Genus Ananas terdiri atas beberapa spesies, namun Ananas comosus merupakan satu-satunya jenis yang dibudidayakan secara luas untuk konsumsi manusia.

Sebaran dan Habitat

Nenas berasal dari bioma beriklim tropis kering dengan wilayah sebaran alami yang meliputi Kosta Rika hingga kawasan tropis Amerika Selatan. Pada abad ke-16, bangsa Spanyol membawa nenas dari Amerika Selatan ke Filipina dan Semenanjung Malaysia. 

Sementara itu, ke wilayah Indonesia, nenas telah dikenal sejak abad ke-15 melalui jalur perdagangan antarpulau dan antarnegara di kawasan Asia Tenggara.

Bangsa Eropa mengenal tanaman ini dengan sebutan pina, karena bentuk buahnya menyerupai buah pinus, meskipun memiliki cita rasa yang manis dan menyegarkan. Seiring waktu, nenas menyebar luas ke berbagai negara tropis dan subtropis dan menjadi salah satu komoditas buah yang penting secara ekonomi.

Agroekologi

Tanaman nenas termasuk jenis tanaman tropis yang mampu tumbuh baik pada lingkungan dengan ketinggian antara 100 – 800 mdpl. Kondisi agroklimat yang ideal bagi pertumbuhannya mencakup curah hujan tahunan sekitar 1.000 – 1.500 mm per tahun, suhu udara berkisar antara 21 – 27 °C, serta paparan sinar matahari yang cukup sepanjang hari.

Nenas lebih menyukai jenis tanah liat berpasir yang memiliki kandungan bahan organik tinggi dengan tingkat keasaman tanah (pH) antara 4,5 – 6,5. Tanaman ini termasuk toleran terhadap kekeringan karena memiliki jaringan sel penyimpan air yang efisien, sehingga mampu bertahan pada kondisi tanah yang relatif kering.

Kemampuan adaptasi yang tinggi terhadap berbagai kondisi lingkungan menjadikan nenas sebagai tanaman yang mudah dibudidayakan di berbagai wilayah tropis, baik di dataran rendah maupun di daerah dengan curah hujan sedang.

Morfologi

Tanaman nenas memiliki morfologi khas yang mudah dikenali dan menjadi ciri utama dari famili Bromeliaceae.

Akar

Sistem perakaran nenas bersifat dangkal dan berbentuk serabut, dengan akar tumbuh di pangkal batang. Akar ini berfungsi menyerap air dan unsur hara dari lapisan tanah atas, serta membantu menopang tanaman.

Batang

Batang nenas relatif pendek dan tertutup oleh pelepah daun yang rapat. Tangkai buah merupakan perpanjangan dari batang utama, yang kemudian menjadi tempat terbentuknya bunga majemuk dan buah.

Daun

Daun nenas berbentuk panjang menyerupai pita dengan ujung meruncing dan tepi bergerigi tajam. Permukaan daun kaku dan tidak memiliki tulang daun utama. Daun tumbuh dalam bentuk roset membentuk spiral di sekitar batang, menyerupai pedang tajam.

Bunga

Bunga nenas termasuk bunga majemuk dan bersifat hermafrodit (memiliki benang sari dan putik dalam satu bunga). Dalam satu tandan bunga dapat terdapat sekitar 100 – 200 kuntum bunga. Setiap bunga akan berkembang menjadi satu mata buah pada permukaan buah nenas yang tersusun spiral.

Buah

Buah nenas merupakan buah majemuk yang terbentuk dari penyatuan bunga-bunga tunggal pada tandan. Buah muda berwarna hijau dan berubah menjadi hijau kekuningan atau kuning saat masak. Kulit buah bersisik dan memiliki mata buah yang banyak. Daging buah bertekstur lembut, berair, dan memiliki rasa manis hingga asam segar tergantung varietasnya.

Secara keseluruhan, tanaman nenas memiliki penampilan roset daun yang tajam dengan buah yang berbentuk bulat hingga silindris, kulit kasar, serta warna daging buah kuning atau kuning kehijauan.

Varietas Unggul

Tanaman nenas memiliki berbagai varietas yang dikembangkan berdasarkan karakteristik morfologi, rasa, ukuran buah, serta daya adaptasi terhadap lingkungan tumbuh. Beberapa varietas unggul yang dikenal di Indonesia maupun di tingkat internasional antara lain sebagai berikut:

Nenas Queen

Varietas ini dikenal luas di berbagai daerah tropis. Buahnya berbentuk silindris dengan kulit berwarna kuning keemasan saat matang. Daging buah berwarna kuning cerah, bertekstur renyah, dan memiliki rasa manis dengan sedikit asam. Kandungan seratnya sedang sehingga banyak disukai untuk konsumsi segar. Umumnya memiliki berat buah sekitar 1 – 2 kg.

Nenas Cayenne

Varietas ini memiliki ukuran buah besar, mencapai 2 – 3 kg per buah. Warna kulitnya hijau kekuningan dengan daging buah kekuningan pucat. Rasanya manis-asam dengan kadar air tinggi, cocok untuk industri pengalengan. Jenis ini banyak dibudidayakan di Filipina, Hawaii, dan sebagian wilayah Indonesia.

Nenas Subang atau Nenas Bogor

Merupakan varietas lokal Indonesia yang terkenal karena rasanya yang manis dan aromanya kuat. Ukuran buah sedang dengan kulit berwarna kuning jingga saat matang. Varietas ini banyak ditanam di daerah Subang (Jawa Barat) dan menjadi ikon daerah tersebut.

Nenas MD2

Varietas modern hasil pemuliaan yang sangat populer di pasar internasional. Buahnya memiliki bentuk seragam, kulit berwarna kuning cerah, daging buah manis, serta kadar asam rendah. Kandungan vitamin C tinggi dan aroma khas menjadikannya favorit untuk ekspor dan konsumsi segar. Selain itu, varietas ini tahan terhadap beberapa penyakit jamur.

Nenas Queen Victoria

Varietas ini dikenal karena ukuran buahnya kecil, kulit berwarna oranye cerah, dan rasa sangat manis. Umumnya dikonsumsi segar sebagai buah meja. Daging buahnya tebal dan beraroma kuat, namun tanaman ini lebih sensitif terhadap kekeringan dibandingkan varietas lain.

Nenas Palembang dan Nenas Lampung

Keduanya merupakan varietas lokal yang banyak dibudidayakan di Sumatra. Nenas Palembang memiliki ukuran buah besar dengan rasa manis segar, sedangkan Nenas Lampung lebih kecil namun sangat manis dan aromatik. Kedua varietas ini banyak digunakan dalam industri olahan nenas di daerah asalnya.

Nenas Smooth Cayenne

Varietas ini merupakan salah satu jenis yang paling banyak digunakan di industri pengalengan karena daging buahnya lembut, kadar air tinggi, dan mudah diproses. Rasanya manis dengan sedikit asam dan ukuran buah dapat mencapai 2 – 4 kg.

Dengan keragaman varietas tersebut, tanaman nenas dapat dikembangkan sesuai kebutuhan, baik untuk konsumsi segar, pengolahan industri, maupun ekspor. Pemilihan varietas yang tepat sangat menentukan produktivitas dan kualitas hasil panen.

Budidaya

Tanaman nenas dapat diperbanyak melalui dua cara utama, yaitu secara generatif (menggunakan biji) dan vegetatif (menggunakan bagian tanaman). Namun, perbanyakan secara vegetatif lebih umum dilakukan karena lebih cepat menghasilkan buah dan mampu mempertahankan sifat unggul induknya.

Perbanyakan Generatif (Biji)

Perbanyakan dengan biji dilakukan melalui penanaman benih hasil persilangan bunga nenas. Cara ini jarang digunakan dalam skala komersial karena proses pertumbuhannya lebih lambat dan hasil buah sering kali bervariasi.

Perbanyakan Vegetatif

Metode vegetatif merupakan cara yang paling efektif untuk menanam nenas. Beberapa bagian tanaman yang dapat digunakan sebagai bahan tanam meliputi:

  • Tunas anakan, yaitu tunas yang tumbuh di sekitar pangkal batang.
  • Tunas batang, yang muncul dari ketiak daun pada bagian batang utama.
  • Slip (tunas dasar buah), yaitu tunas yang tumbuh di bawah buah.
  • Mahkota, bagian daun yang berada di atas buah.
  • Stek batang, yang diambil dari potongan batang tua.

Bahan tanam tersebut dipilih dari tanaman yang sehat dan produktif, kemudian dikeringkan selama beberapa hari sebelum ditanam untuk menghindari pembusukan. Setelah itu, bibit dapat ditanam di lahan yang gembur dan memiliki drainase baik.

Pemeliharaan tanaman meliputi penyiraman secara teratur, pengendalian gulma, pemupukan dengan bahan organik atau anorganik, serta pengendalian hama dan penyakit. Tanaman nenas biasanya mulai berbuah pada umur 12 – 18 bulan setelah tanam, tergantung varietas dan kondisi lingkungan.

Hama dan Penyakit Tanaman

Tanaman nenas termasuk tanaman yang relatif tahan terhadap kondisi lingkungan kering, namun tetap rentan terhadap beberapa jenis hama dan penyakit yang dapat menurunkan kualitas serta produktivitas buah.

Hama Tanaman Nenas

Beberapa hama utama yang sering menyerang tanaman nenas antara lain:

Kutu putih (Dysmicoccus brevipes)

Hama ini menyerang batang, daun, dan akar tanaman. Serangan berat menyebabkan daun menguning, pertumbuhan terhambat, serta menurunkan kualitas buah. 

Pengendalian dapat dilakukan dengan menjaga kebersihan lahan, menggunakan bibit bebas hama, serta aplikasi insektisida sistemik bila diperlukan.

Nematoda (Rotylenchulus reniformis dan Meloidogyne spp.)

Nematoda menyerang akar dan menyebabkan pembengkakan (gall) yang menghambat penyerapan air dan unsur hara. Pencegahan dilakukan dengan rotasi tanaman, penggunaan bibit sehat, serta sterilisasi media tanam.

Ulat daun (Spodoptera litura)

Larva memakan permukaan daun dan meninggalkan jaringan rusak. Pengendalian dapat dilakukan dengan metode biologis menggunakan musuh alami atau aplikasi insektisida nabati.

Kumbang penggerek batang

Serangga ini membuat lubang pada batang tanaman sehingga menyebabkan pembusukan dan kematian bagian tengah tanaman. Pengendalian dilakukan dengan sanitasi kebun dan penggunaan pestisida sesuai anjuran.

Penyakit Tanaman Nenas

Beberapa penyakit penting yang sering dijumpai antara lain:

Busuk hati (Heart rot)

Disebabkan oleh jamur Phytophthora cinnamomi dan Phytophthora parasitica. Gejalanya berupa daun tengah layu, busuk, dan mudah dicabut. Pencegahan dilakukan dengan memperbaiki drainase, menghindari genangan air, serta perlakuan fungisida pada bibit.

Busuk akar

Penyakit ini disebabkan oleh jamur tanah seperti Fusarium dan Pythium. Tanaman yang terinfeksi mengalami pertumbuhan lambat dan daun menguning. Pencegahan dilakukan melalui pengeringan lahan dan penggunaan fungisida sistemik.

Bercak daun (Leaf spot)

Disebabkan oleh Cercospora ananas dan Penicillium funiculosum, ditandai dengan munculnya bercak cokelat pada daun yang dapat meluas menjadi nekrosis. Pengendalian meliputi pemangkasan daun terinfeksi dan penyemprotan fungisida kontak.

Busuk buah (Fruit rot)

Menyerang buah yang matang atau mendekati panen, disebabkan oleh jamur Ceratocystis paradoxa atau Penicillium spp. Pencegahan dilakukan dengan menjaga kebersihan buah, sanitasi kebun, dan pengeringan pascapanen.

Dengan penerapan pengelolaan hama dan penyakit terpadu (PHT) yang mencakup sanitasi lahan, penggunaan bibit sehat, rotasi tanaman, serta pengendalian hayati, risiko kerusakan akibat organisme pengganggu tanaman dapat ditekan secara efektif tanpa merusak keseimbangan ekosistem kebun.

Kandungan Nutrisi

Buah nenas memiliki komposisi gizi yang kaya dan beragam, sehingga menjadikannya salah satu buah tropis yang bernilai gizi tinggi. Dalam setiap 100 gram daging buah nenas segar terkandung sekitar 40 kalori, dengan komposisi nutrisi sebagai berikut:

  • Protein: 0,5 gram
  • Karbohidrat: 10 gram
  • Serat: 1 gram
  • Vitamin A: 58 IU
  • Vitamin C: 48 miligram
  • Folat: 18 mikrogram
  • Kalium: 110 miligram
  • Magnesium: 12 miligram

Selain komponen utama tersebut, nenas juga mengandung vitamin B kompleks, kolin, selenium, zinc, serta berbagai antioksidan alami. Salah satu komponen khasnya adalah enzim bromelain, yaitu enzim proteolitik yang membantu dalam proses pencernaan protein serta memiliki sifat antiinflamasi dan antimikroba.

Dari sisi kimia, buah nenas mengandung sejumlah senyawa bioaktif seperti alkaloid, flavonoid, tanin, fitosterol, glikosida fenol, asam sitrat, asam malat, pektin, serta kalsium oksalat. Daunnya diketahui mengandung zat pektik dan kalsium oksalat dalam kadar lebih tinggi dibandingkan buahnya.

Kombinasi antara zat gizi makro, mikronutrien, dan senyawa bioaktif tersebut menjadikan nenas tidak hanya bergizi, tetapi juga memiliki potensi farmakologis penting bagi kesehatan tubuh manusia.

Khasiat dan Manfaat

Khasiat Umum

Buah nenas memiliki beragam khasiat yang berasal dari kandungan bromelain, vitamin, dan antioksidannya. Secara umum, nenas dikenal dapat menghambat pertumbuhan tumor, melawan radikal bebas, menurunkan berat badan, serta membantu mengatasi gangguan pencernaan. 

Selain itu, nenas juga digunakan secara tradisional untuk mengobati cacingan, keseleo, bisul, gatal, peradangan kulit, ketombe, sembelit, beri-beri, luka bakar, diabetes, radang tenggorokan, dan infeksi jamur.

Kandungan bromelain di dalamnya membantu meredakan peradangan, sementara vitamin C berfungsi memperkuat sistem kekebalan tubuh.

Manfaat untuk Kesehatan Kulit

Kandungan vitamin C dan enzim bromelain menjadikan nenas bermanfaat bagi perawatan dan kesehatan kulit.

  • Mencegah penuaan dini: vitamin C membantu dalam pembentukan kolagen yang menjaga elastisitas kulit dan mencegah munculnya keriput.
  • Mencegah kerusakan kulit: sifat antioksidan vitamin C membantu melindungi kulit dari radikal bebas akibat paparan polusi dan sinar ultraviolet.
  • Menyembuhkan penyakit kulit: bromelain memiliki efek antiinflamasi, antibakteri, dan antioksidan yang dapat membantu penyembuhan penyakit kulit kronis seperti pityriasis lichenoides chronica (PLC).
  • Mempercepat penyembuhan luka: kombinasi vitamin C dan bromelain mempercepat regenerasi jaringan kulit baru.
  • Mengatasi jerawat: sifat antimikroba bromelain dapat menekan pertumbuhan bakteri penyebab jerawat (Staphylococcus epidermidis dan Propionibacterium acnes).

Walaupun demikian, penggunaan nenas segar langsung pada kulit tidak disarankan karena dapat menyebabkan iritasi. Sebagai alternatif, ekstrak nenas atau produk yang mengandung bromelain lebih aman digunakan untuk perawatan kulit.

Manfaat untuk Kesehatan Tubuh

Nenas mengandung berbagai zat aktif yang memberikan banyak manfaat bagi kesehatan tubuh. Beberapa di antaranya adalah:

  • Mencegah flu: berkat kandungan vitamin C yang tinggi untuk meningkatkan daya tahan tubuh.
  • Melancarkan pencernaan: kandungan serat dan air membantu mengatasi sembelit.
  • Mencegah osteoporosis: mineral seperti mangan dan vitamin C mendukung penyerapan kalsium serta menjaga kepadatan tulang.
  • Meringankan peradangan usus: enzim bromelain membantu mengurangi peradangan pada penderita kolitis ulseratif.
  • Mengurangi nyeri sendi: efek antiradang bromelain membantu meredakan nyeri pada arthritis.
  • Meredakan sinusitis dan batuk: bromelain membantu mengencerkan dahak dan mengurangi peradangan pada saluran pernapasan.
  • Menurunkan berat badan: rendah kalori dan kaya serat, sehingga memberikan efek kenyang lebih lama dan mendukung metabolisme lemak.
  • Menurunkan kolesterol jahat (LDL): serat dan antioksidan membantu menjaga keseimbangan kadar lipid dalam darah.
  • Mengontrol tekanan darah: kandungan kalium membantu menstabilkan tekanan darah dan mencegah hipertensi.
  • Mencegah serangan jantung: antioksidan dan efek penurun kolesterol mengurangi risiko penyakit jantung koroner.
  • Mencegah kanker: kandungan flavonoid dan vitamin C berperan menangkal radikal bebas penyebab kerusakan sel.
  • Meningkatkan produksi sperma: bromelain diduga dapat meningkatkan kadar testosteron yang berpengaruh pada produksi sperma.
  • Mempercepat penyembuhan luka: vitamin C berperan dalam pembentukan kolagen yang mempercepat perbaikan jaringan tubuh.

Dengan kandungan gizi yang kompleks dan sifat farmakologisnya yang banyak, nenas merupakan buah tropis yang tidak hanya bernilai pangan tetapi juga memiliki manfaat terapeutik yang signifikan.

Cara Pengolahan

Buah nenas merupakan bahan pangan yang serbaguna dan dapat diolah dalam berbagai bentuk, baik sebagai makanan segar, minuman, maupun bahan tambahan dalam masakan. Berikut beberapa cara umum pengolahan dan pemanfaatannya:

Dikonsumsi Segar

Nenas dapat dikonsumsi langsung setelah dikupas dan dipotong. Daging buahnya yang manis dan sedikit asam menjadikannya buah penyegar yang populer di daerah tropis. Biasanya, buah dikupas dengan cara memotong bagian atas dan bawah, kemudian menghilangkan kulit beserta mata buah sebelum diiris sesuai selera.

Jus Nanas

Buah nenas yang telah dipotong kecil dapat diblender dengan sedikit air atau air kelapa untuk menghasilkan jus segar. Jus ini dapat disaring untuk menghilangkan ampas dan disajikan dengan tambahan es batu sebagai minuman penyegar alami yang kaya vitamin C dan bromelain.

Es Buah dan Salad Buah

Potongan kecil nenas sering digunakan sebagai campuran dalam es buah atau salad buah bersama buah-buahan lain seperti jeruk, anggur, dan stroberi. Kombinasi ini memberikan rasa segar serta menambah nilai gizi pada hidangan penutup.

Bahan Masakan

Nenas banyak digunakan dalam hidangan kuliner, terutama dalam masakan Asia Tenggara. Contohnya adalah ayam saus nanas, tumis seafood, atau campuran dalam nasi goreng dan sambal. Rasa asam manis nenas membantu menyeimbangkan cita rasa pada berbagai jenis makanan.

Pengawetan

Untuk memperpanjang masa simpan, nenas dapat diawetkan dengan beberapa cara, seperti:

  • Penyimpanan dingin: potongan nenas disimpan dalam wadah kedap udara di lemari pendingin.
  • Pembekuan: potongan buah dibekukan untuk penggunaan jangka panjang.
  • Pembuatan selai: nenas dimasak dengan gula hingga menjadi selai yang tahan lama dan dapat digunakan sebagai olesan roti atau isian kue.

Pemanis atau Topping

Potongan nenas dapat dijadikan pemanis alami atau topping pada berbagai hidangan seperti yoghurt, pancake, atau roti. Selain menambah cita rasa, kandungan enzimnya juga memberikan aroma khas.

Minuman Campuran

Nenas sering digunakan sebagai bahan tambahan dalam smoothie, mocktail, atau minuman segar lainnya. Campuran ini memberikan rasa tropis alami sekaligus meningkatkan kandungan vitamin dan mineral pada minuman.

Dengan berbagai cara pengolahan tersebut, nenas tidak hanya menjadi buah konsumsi yang menyegarkan, tetapi juga bahan serbaguna yang bernilai gizi tinggi serta memiliki potensi ekonomi dalam industri kuliner dan olahan pangan.

Catatan Konsumsi

Konsumsi buah nenas memberikan berbagai manfaat bagi kesehatan, namun tetap perlu memperhatikan takaran dan kondisi individu yang mengonsumsinya.

Anjuran Konsumsi

Nenas aman dikonsumsi secara rutin dalam jumlah wajar. Rata-rata porsi yang dianjurkan adalah sekitar 100 – 150 gram per hari bagi orang dewasa. Kandungan vitamin C yang tinggi membantu menjaga daya tahan tubuh, sementara seratnya mendukung kesehatan pencernaan.

Batasan Konsumsi

Konsumsi berlebihan dapat menimbulkan efek samping, terutama karena kandungan asam organik dan enzim bromelain yang tinggi. Mengonsumsi nenas dalam jumlah besar dapat menyebabkan:

  • Iritasi pada rongga mulut dan lidah.
  • Gangguan lambung pada individu dengan maag atau asam lambung tinggi.
  • Reaksi alergi ringan pada sebagian orang, ditandai dengan gatal di mulut atau ruam kulit.

Peringatan bagi Kondisi Tertentu

Ibu hamil muda sebaiknya menghindari konsumsi nenas dalam jumlah berlebihan karena bromelain dapat memicu kontraksi ringan pada rahim.

Penderita diabetes disarankan membatasi konsumsi, mengingat kadar gula alami pada buah ini cukup tinggi.

Individu dengan gangguan pencernaan sensitif perlu memperhatikan reaksi tubuh terhadap kadar asam buah yang cukup tinggi.

Tips Aman Mengonsumsi

Untuk mengurangi rasa asam dan kemungkinan iritasi, potongan nenas dapat direndam terlebih dahulu dalam air garam ringan selama 10 – 15 menit sebelum dikonsumsi. Cara ini juga membantu menetralkan enzim bromelain yang berlebihan dan memperkuat rasa manis buah.

Secara umum, nenas merupakan buah yang aman, bergizi, dan bermanfaat jika dikonsumsi secara seimbang sesuai kebutuhan tubuh.

Sumber:

1 komentar untuk “Nanas (Ananas comosus (L.) Merr.)”

  1. Pingback: Famili Bromeliaceae (suku nanas-nanasan / suku bromelia-bromeliaan) - arsipflora.com

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *