Mentimun (Cucumis sativus L.) merupakan tumbuhan semusim yang termasuk dalam famili Cucurbitaceae (suku labu-labuan). Tanaman ini berasal dari bioma beriklim tropis kering, dan telah lama dibudidayakan secara luas di berbagai wilayah beriklim hangat.
Di Indonesia, mentimun memiliki beberapa sebutan daerah, antara lain ketimun (Bahasa Jawa), bonteng (Bahasa Sunda), dan mentimun atau timun dalam Bahasa Indonesia. Tanaman ini umumnya dimanfaatkan sebagai sayuran, lalapan, maupun bahan olahan lain.
Nama ilmiah mentimun (Cucumis sativus L.), pertama kali dipublikasikan oleh ahli botani Carolus Linnaeus dalam karya monumentalnya, Species Plantarum, pada tahun 1753.Â
Klasifikasi Ilmiah
Secara taksonomi, mentimun termasuk dalam Kingdom Plantae dan tergolong dalam kelompok tumbuhan Spermatophyta. Sistem klasifikasi ilmiah mentimun adalah sebagai berikut:
- Kingdom: Plantae
- Subkingdom: Tracheobionta
- Superdivisi: Spermatophyta
- Divisi: Magnoliophyta
- Kelas: Magnoliopsida
- Ordo: Cucurbitales
- Famili:Â Cucurbitaceae
- Genus: Cucumis
- Spesies: Cucumis sativus L.
Berdasarkan klasifikasi ini, mentimun tergolong kedalam famili Cucurbitaceae atau suku labu labuan, sehingga masi memiliki hubungan kerabat dengan labu manis (Cucurbita pepo L.), semangka (Citrullus lanatus (Thunb.) Matsum. & Nakai), dan melon (Cucumis melo L.).
Sebaran dan Habitat
Mentimun (Cucumis sativus L.) berasal dari Asia Selatan, terutama dari wilayah kaki Pegunungan Himalaya yang memiliki iklim tropis hingga subtropis. Tanaman ini telah dibudidayakan sejak lama sekitar 3.000 tahun yang lalu di India, menjadikannya salah satu tanaman hortikultura tertua yang dikenal manusia.
Dari India, mentimun kemudian menyebar ke Mesir kuno, Yunani, dan Kekaisaran Romawi, di mana tanaman ini mulai dimanfaatkan secara luas sebagai bahan pangan dan pengobatan tradisional.
Saat ini, mentimun telah dibudidayakan di hampir seluruh dunia, termasuk di kawasan tropis seperti Indonesia. Di berbagai daerah di Nusantara, mentimun banyak dimanfaatkan sebagai konsumsi harian masyarakat, baik sebagai sayuran segar, lalapan, jus, maupun bahan perawatan kulit dan obat tradisional.
Tanaman mentimun dapat tumbuh dengan baik pada daerah beriklim sedang hingga tropis dengan ketinggian mencapai 2.000 mdpl. Pertumbuhan optimalnya dicapai pada suhu udara antara 18 – 32 °C.
Kebutuhan air tahunan tanaman ini tergolong sedang, dengan curah hujan ideal sekitar 1.000 – 1.200 mm per tahun. Mentimun juga memerlukan kondisi tanah dengan pH berkisar antara 6 – 7,5, yang mendukung penyerapan unsur hara secara optimal.
Tanah yang baik untuk pertumbuhan mentimun adalah tanah yang subur, gembur, kaya bahan organik, dan memiliki drainase baik. Selain itu, tanaman ini membutuhkan paparan sinar matahari penuh untuk mendukung proses fotosintesis dan pembentukan buah secara maksimal.
Morfologi
Mentimun (Cucumis sativus L.) memiliki sistem akar tunggang yang kuat, disertai dengan bulu-bulu akar halus yang membantu penyerapan air dan unsur hara dari tanah.
Batangnya bersifat memanjat atau menjalar, berwarna hijau, dan dilapisi bulu kasar. Pada ruas-ruas batang terdapat sulur berbentuk spiral yang berfungsi sebagai alat pemanjat untuk menopang pertumbuhan tanaman.
Daunnya berbentuk jantung (cordata), berukuran lebar, dengan ujung meruncing, tepi bergerigi, serta permukaannya ditutupi bulu halus.
Bunga mentimun berwarna kuning cerah, berbentuk terompet, terdiri atas lima helai mahkota, dan bersifat hermafrodit (memiliki organ jantan dan betina dalam satu bunga).
Buah mentimun berbentuk silindris dengan panjang 12 – 25 cm dan diameter 2 – 5 cm. Warna buah umumnya hijau, permukaannya berduri kecil dan halus, dengan daging buah berwarna putih kekuningan serta berbiji banyak.
Biji mentimun berwarna putih, berbentuk pipih lonjong, dan tersusun rapi di bagian tengah buah.
Budidaya
Mentimun (Cucumis sativus L.) diperbanyak secara generatif, yaitu melalui biji. Biji biasanya disemai terlebih dahulu selama sekitar dua minggu sebelum penanaman di lahan utama. Setelah bibit tumbuh cukup kuat, dilakukan penanaman dengan jarak tanam 30 × 60 cm untuk memberikan ruang tumbuh yang optimal dan mencegah persaingan antar tanaman.
Penentuan lokasi tanam
Mentimun dapat tumbuh baik di dataran rendah hingga dataran tinggi, baik di lahan sawah maupun lahan kering. Lokasi yang ideal memiliki tanah gembur, kaya humus, tidak tergenang air, dan memiliki pH tanah antara 6 – 7.Â
Suhu yang sesuai untuk pertumbuhan optimal berkisar antara 21 – 27 °C dengan kelembapan udara di bawah 80%. Lokasi yang digunakan sebaiknya bukan wilayah endemik penyakit layu fusarium maupun layu bakteri untuk menghindari kerugian produksi.
Pola dan sistem tanam
Pola tanam mentimun disesuaikan dengan ketinggian lahan dan kondisi iklim setempat. Sistem tanam yang umum digunakan adalah monokultur, karena tajuk tanaman mentimun yang rimbun dapat menyebabkan persaingan cahaya jika ditanam bersama tanaman lain.Â
Selain itu, tanaman sela sebaiknya dihindari karena beberapa hama polifag seperti ulat grayak, ulat jengkal, dan kutu kebul dapat menyerang berbagai jenis tanaman sekaligus.
Varietas dan benih
Pemilihan varietas merupakan langkah penting dalam budidaya mentimun. Varietas yang dianjurkan adalah yang memiliki produktivitas tinggi, toleran terhadap Organisme Pengganggu Tanaman (OPT), serta sesuai dengan kondisi ekosistem setempat.Â
Beberapa varietas unggulan yang umum ditanam antara lain Sabana F1, Bella F1, Upo F1, Bandana F1, Wulan F1, Monza F1, Misano F1, Magic F1, Mercy F1, dan Panda F1.
Waktu tanam
Waktu tanam mentimun dapat bervariasi menurut jenis lahan dan kondisi iklim. Pada lahan kering atau tegalan dengan irigasi baik, penanaman sebaiknya dilakukan pada awal musim hujan. Sementara itu, pada lahan sawah bekas padi beririgasi teknis, waktu tanam yang sesuai adalah akhir musim hujan, untuk menghindari kelebihan air yang dapat mengganggu pertumbuhan tanaman.
Kandungan Nutrisi
Mentimun (Cucumis sativus L.) mengandung berbagai senyawa fitokimia yang dapat bermafaat dalam aktivitas biologis dan manfaat kesehatannya. Senyawa-senyawa tersebut meliputi alkaloid, flavonoid, glikosida, fitosterol, saponin, triterpenoid, steroid, tanin, ß-karoten, polifenol, likopen, serta enzim shikimate dehydrogenase (3-dehydroquinate dehydratase). Kandungan ini berfungsi sebagai antioksidan, antiinflamasi, dan antimikroba, serta mendukung berbagai proses fisiologis dalam tubuh.
Berdasarkan data dari U.S. Department of Agriculture (USDA), satu buah mentimun berukuran sedang dengan kulit memiliki komposisi nutrisi sebagai berikut:
- Air: 95%
- Kalori: 30 kkal
- Lemak total: 0 gram
- Karbohidrat: 6 gram
- Protein: 3 gram
- Serat: 2 gram
- Vitamin C: 10% AKG
- Vitamin K: 57% AKG
- Magnesium: 9% AKG
- Kalium: 12% AKG
- Mangan: 9% AKG
kkal = Kilo Kalori
Kandungan air yang tinggi menjadikan mentimun sebagai buah yang menyegarkan dan rendah kalori, sementara vitamin dan mineralnya bermanfaat untuk kesehatan kulit, tulang, serta sistem metabolisme tubuh.
Khasiat dan Manfaat
Mentimun (Cucumis sativus L.) memiliki berbagai khasiat kesehatan yang telah lama dimanfaatkan baik dalam pengobatan tradisional maupun perawatan tubuh. Kandungan air dan senyawa aktif di dalamnya membantu menurunkan tekanan darah dan berat badan, serta menjaga kesehatan ginjal, tulang, dan kulit.Â
Selain itu, kandungan antioksidannya dapat berfungsi dalam menangkal radikal bebas, sehingga membantu mencegah perkembangan sel kanker. Mentimun juga diketahui dapat meredakan radang tenggorokan dan berfungsi sebagai obat cacing alami.
Berbagai penelitian dan pengamatan empiris menunjukkan manfaat spesifik mentimun bagi tubuh, antara lain:
- Mencegah dehidrasi, berkat kandungan airnya yang mencapai 95% dari berat buah.
- Meredakan mata bengkak, karena adanya vitamin C dan asam folat yang membantu regenerasi sel dan melawan radikal bebas.
- Melancarkan buang air besar, melalui kombinasi air dan serat yang mendukung fungsi pencernaan.
- Mengontrol berat badan, karena mentimun rendah kalori dan tinggi serat, membantu memberikan rasa kenyang lebih lama.
- Menenangkan kulit yang iritasi, baik digunakan langsung sebagai masker alami maupun dalam bentuk produk perawatan kulit.
- Menjaga kesehatan tulang, berkat kandungan vitamin K dan mineral penting yang mendukung kepadatan tulang.
- Mengontrol kadar gula darah, karena memiliki indeks glikemik rendah dan kadar karbohidrat yang sedikit.
- Mencegah penyakit jantung, melalui kandungan kalium dan antioksidan yang menurunkan tekanan darah serta kolesterol.
- Mencegah pertumbuhan sel kanker, karena senyawa cucurbitacin, lignan, dan flavonoid di dalamnya memiliki efek antikarsinogenik.
Catatan Konsumsi
Mentimun (Cucumis sativus L.) tergolong aman dikonsumsi setiap hari dalam jumlah wajar, baik dalam bentuk segar, jus, maupun campuran salad dan lalapan. Porsi yang disarankan adalah 1 – 2 buah ukuran sedang per hari untuk menjaga keseimbangan cairan tubuh tanpa menimbulkan efek samping. Konsumsi berlebihan sebaiknya dihindari, terutama bagi individu dengan kondisi medis tertentu, agar tidak mengganggu keseimbangan elektrolit dan sistem pencernaan.
Meskipun menyehatkan, konsumsi mentimun secara berlebihan dapat menimbulkan beberapa efek samping, antara lain:
- Kehilangan cairan tubuh, akibat efek diuretik alami yang dapat mengganggu keseimbangan elektrolit.
- Gangguan jantung ringan, bila terjadi penumpukan air berlebih dalam tubuh (retensi cairan).
- Perut kembung dan gangguan pencernaan, karena produksi gas berlebih di saluran cerna.
- Kelebihan vitamin C, yang justru dapat meningkatkan pembentukan radikal bebas dan mempercepat proses penuaan dini.
- Keracunan ringan, akibat konsumsi mentimun yang memiliki rasa pahit karena kandungan cucurbitacin.
- Gangguan pernapasan, seperti asma atau sinusitis yang dapat kambuh pada individu sensitif terhadap senyawa tertentu dalam mentimun.
- Interaksi dengan obat pengencer darah, disebabkan kandungan vitamin K yang tinggi, yang dapat memengaruhi proses pembekuan darah.
Sumber:
- “MENTIMUN Cucumis sativus L.” plantamor.com (Diakses pada 11 November 2025)
- “Mentimun” www.socfindoconservation.co.id (Diakses pada 11 November 2025)
- “Budidaya Tanaman Timun : Cara Mudah Menghasilkan Panen 2 kg/Tanaman” mitrabertani.com (Diakses pada 11 November 2025)
- “Hal yang Harus Direncanakan Sebelum Budidaya Mentimun” bbppkupang.bppsdmp.pertanian.go.id (Diakses pada 11 November 2025)
- “6 Risiko Akibat Kebanyakan Makan Timun” www.honestdocs.id (Diakses pada 11 November 2025)
- “How to Grow Cucumbers” survivalseeds.com.au (Diakses pada 11 November 2025)
- “9 Manfaat Ketimun untuk Kesehatan Tubuh” www.alodokter.com (Diakses pada 11 November 2025)
- “Timun, Ini Kandungan Nutrisi dan Manfaatnya untuk Kesehatan” www.halodoc.com (Diakses pada 11 November 2025)
- “11 Manfaat Timun bagi Tubuh, Gizi, dan Risiko Efek Samping” ciputrahospital.com (Diakses pada 11 November 2025)



