Convolvulaceae

Famili Convolvulaceae (Suku Kangkung-kangkungan)

Famili Convolvulaceae atau suku kangkung-kangkungan atau morning glory family merupakan kelompok tumbuhan berbunga yang umumnya berupa tanaman herba, perdu, atau liana (pemanjat), dan dikenal dengan ciri khasnya berupa batang melilit, daun tunggal tanpa daun penumpu, bunga berbentuk terompet, serta mengandung getah susu. Sebagian besar anggotanya hidup di daerah tropis dan subtropis, tumbuh pada hutan lembap, padang rumput, dan lahan terbuka.

Famili Convolvulaceae ini mencakup tanaman seperti ubi jalar (Ipomoea batatas), kangkung air (Ipomoea aquatica), dan berbagai spesies Ipomoea lainnya yang memiliki bunga berbentuk terompet berwarna cerah. Anggota famili Convolvulaceae umumnya tumbuh di daerah tropis dan subtropis, terutama di hutan lembap, savana, serta vegetasi terbuka, famili Convolvulaceae ini memiliki sekitar 60 marga dan lebih dari 1650 spesies.

Karakteristik Umum

Secara morfologi, batang anggota famili Convolvulaceae biasanya silindris, dapat menjadi berkayu pada bagian bawah, dan sering kali mengeluarkan getah berwarna putih atau bening. Daunnya tersusun berseling (alternate), berbentuk hati (cordate), lonjong, atau menjari, tanpa daun penumpu (stipula), dan permukaannya bisa gundul atau berbulu halus. Akar pada beberapa jenis, seperti ubi jalar (Ipomoea batatas), menebal membentuk umbi untuk menyimpan cadangan makanan.

Bunganya berukuran sedang hingga besar, berbentuk corong atau terompet, beraturan (aktinomorf), dan berwarna mencolok seperti putih, ungu, merah, biru, atau kuning. Mahkota terdiri atas lima petal yang menyatu (gamopetal), lima sepal bebas, dan lima benangsari yang menempel pada tabung mahkota. Putiknya tunggal dengan ovarium superior yang biasanya memiliki dua ruang, masing-masing berisi dua bakal biji.

Buahnya umumnya berupa kapsul yang membuka menjadi 2 – 4 katup, meskipun beberapa spesies memiliki buah berdaging atau tidak terbuka (indehiscent). Biji sering keras, bertahan lama, kadang memiliki kulit tebal atau dilapisi jaringan berlendir untuk membantu penyebaran oleh hewan.

Selain itu, sebagian besar anggota famili Convolvulaceae tidak memiliki sulur sejati, tetapi memanjat dengan cara melilit batang utama tanaman lain (twining). Banyak spesies Convolvulaceae memiliki nilai ekonomi dan etnobotani tinggi misalnya, ubi jalar (Ipomoea batatas) sebagai sumber pangan, kangkung air (Ipomoea aquatica) sebagai sayuran, dan beberapa lainnya digunakan sebagai tanaman obat, hias, atau bahkan memiliki sifat halusinogen rivea corymbosa (Ipomoea corymbosa).

Adaptasi dan Ekologi

Famili Convolvulaceae memiliki berbagai bentuk adaptasi dan strategi ekologis yang memungkinkan anggotanya tumbuh dan bertahan di beragam lingkungan, terutama di daerah tropis dan subtropis.

Sebagian besar spesies dalam famili ini merupakan tanaman merambat atau melilit (liana dan herba pemanjat) yang beradaptasi untuk memanfaatkan tumbuhan lain sebagai penopang agar dapat mencapai sumber cahaya di kanopi hutan tanpa harus membentuk batang tebal dan kuat. Meskipun tidak memiliki sulur sejati, batang mudanya yang lentur mampu melilit batang atau cabang tanaman lain, menjadikannya alat pemanjat alami.

Daun famili Convolvulaceae umumnya berbentuk hati, menjari, atau lonjong, dengan permukaan tipis namun efisien dalam melakukan fotosintesis. Beberapa spesies, seperti ubi jalar (Ipomoea batatas), beradaptasi dengan membentuk akar umbi besar yang berfungsi menyimpan cadangan makanan untuk menghadapi musim kering atau kekurangan nutrisi.

Adaptasi lain adalah kehadiran getah susu (latex) pada banyak anggotanya. Getah ini mengandung berbagai senyawa kimia seperti alkaloid dan resin glikosida yang berfungsi melindungi tumbuhan dari serangan herbivora dan patogen.

Dalam hal reproduksi, bunga famili Convolvulaceae beradaptasi dengan bentuk corong atau terompet serta warna-warna mencolok seperti putih, ungu, merah, atau kuning untuk menarik berbagai jenis penyerbuk alami seperti lebah, kupu-kupu, burung kolibri, dan kelelawar.

Biji beberapa spesies memiliki kulit keras dan tahan terhadap kekeringan, memungkinkan untuk dormansi panjang dan penyebaran luas melalui angin, air, atau hewan. Pada beberapa marga seperti Maripa dan Dicranostyles, bijinya diselimuti lapisan pulp manis berlendir yang akan dimakan hewan, sehingga membantu penyebaran biji melalui pencernaan (zoochory).

Secara ekologis, famili Convolvulaceae ditemukan di berbagai tipe habitat, mulai dari hutan hujan tropis, savana, padang rumput kering, hingga daerah pantai dan rawa. Beberapa spesies seperti tali putri (Cuscuta) bahkan menunjukkan adaptasi ekstrem sebagai tumbuhan parasit, yang kehilangan klorofil dan memperoleh nutrisi dari inang melalui organ khusus yang disebut haustorium.

Banyak spesies dari famili Convolvulaceae mampu tumbuh di lahan terganggu atau terbuka, seperti tepi jalan, ladang, dan padang rumput, sehingga membantu menstabilkan tanah dan mencegah erosi.

Famili Convolvulaceae di Arsip Flora

Berikut ini adalah spesies dari famili Convolvulaceae yang ada di Arsip Flora:

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *