Bawang merah (Allium cepa L. var. aggregatum) merupakan tumbuhan dari famili Amaryllidaceae atau suku bakung-bakungan. Nama ilmiahnya pertama kali dipublikasikan oleh botanis George Don pada tahun 1827. Kata aggregatum merujuk pada salah satu grup tanaman hasil kultivasi dari spesies Allium cepa.
Bawang merah merupakan salah satu bumbu masak utama dunia yang memiliki peran penting dalam tradisi kuliner berbagai budaya. Tanaman ini berasal dari kawasan Iran, Pakistan, serta pegunungan di bagian utara wilayah tersebut. Seiring waktu, bawang merah menyebar luas ke berbagai belahan dunia, baik di wilayah subtropis maupun tropis.
Bagian utama yang digunakan dari tanaman ini adalah umbinya, yang dapat dimakan mentah, digunakan sebagai bumbu masak, dijadikan bahan acar, hingga dimanfaatkan dalam pengobatan tradisional. Kulit umbinya dapat dipakai sebagai zat pewarna alami, sementara daunnya dapat digunakan sebagai campuran sayur.
Selain sebagai bahan pangan, bawang merah juga dikenal memiliki berbagai manfaat kesehatan dan sifat terapeutik. Umbi ini mengandung senyawa-senyawa aktif yang memberikan efek antiseptik dan antimikroba.
Klasifikasi Ilmiah
Bawang merah termasuk dalam famili Amaryllidaceae dan memiliki kedudukan taksonomi sebagai berikut:
- Kingdom: Plantae
- Subkingdom: Tracheobionta
- Superdivisi: Spermatophyta
- Divisi: Magnoliophyta
- Kelas: Liliopsida
- Subkelas: Liliidae
- Ordo: Liliales
- Famili: Amaryllidaceae
- Genus: Allium
- Spesies: Allium cepa var. aggregatum G.Don
Klasifikasi ini menunjukkan bahwa bawang merah merupakan bagian dari genus Allium, yang mencakup berbagai jenis bawang dan bawang putih. Varietas aggregatum sendiri merupakan kelompok hasil kultivasi dari spesies Allium cepa.
Morfologi dan Anatomi
Bawang merah (Allium cepa L. var. aggregatum) memiliki struktur tubuh yang khas dengan bagian-bagian penting berupa akar, batang, daun, umbi, bunga, dan biji.
Akar
Bawang merah memiliki sistem perakaran serabut dengan kedalaman relatif dangkal, yaitu sekitar 15–20 cm di dalam tanah. Akar-akar tersebut bercabang secara terpencar dengan ukuran berkisar antara 2–5 mm.
Struktur perakaran yang dangkal ini berfungis untuk penyerapan air dan unsur hara dari lapisan tanah bagian atas.
Karena letaknya yang dangkal, perakaran bawang merah sangat dipengaruhi oleh kondisi tanah dan ketersediaan air, sehingga membutuhkan tanah yang gembur, aerasi baik, serta drainase yang lancar untuk mendukung pertumbuhan optimal.
Batang
Batang bawang merah terdiri atas batang sejati (discus) yang tipis, pendek, dan berbentuk cakram sebagai tempat melekatnya akar dan mata tunas.
Di atas batang sejati terdapat batang semu yang tersusun dari pelepah daun. Batang semu ini akan mengalami perubahan fungsi di dalam tanah menjadi umbi lapis, yaitu bagian bawang merah yang umum digunakan.
Daun
Daun bawang merah berbentuk bulat seperti pipa dengan panjang sekitar 15–40 cm dan runcing di ujungnya. Warna daun bervariasi antara hijau tua hingga hijau muda. Daun berfungsi sebagai tempat fotosintesis dan respirasi, serta dapat dimanfaatkan sebagai penyedap rasa dalam masakan.
Umbi
Umbi bawang merah berbentuk umbi lapis yang terdiri atas sisik daun dan kuncup. Sisik daun berfungsi menyimpan cadangan makanan, sementara kuncup umbi menghasilkan titik tumbuh yang dapat membentuk umbi baru. Oleh karena itu, umbi bawang merah dapat digunakan langsung sebagai bahan tanam.
Bunga
Bunga bawang merah merupakan bunga majemuk berbentuk tandan (umbel) yang terdiri atas 50–200 kuntum. Tangkai bunga panjang, mencapai 30–50 cm, lebih tinggi dari daunnya.
Bunga bersifat sempurna karena memiliki benang sari dan putik. Setiap kuntum bunga terdiri atas enam daun bunga berwarna putih dengan enam benang sari kehijauan.
Buah dan Biji
Buah bawang merah berbentuk bulat dengan ujung tumpul, sedangkan bijinya berbentuk pipih. Sebagai tumbuhan monokotil, biji bawang merah berkeping tunggal. Biji terbentuk dari bakal buah yang berasal dari tiga daun buah (carpel), masing-masing berisi dua calon biji. Biji dapat digunakan sebagai bahan perbanyakan generatif meskipun lebih jarang dipakai dibandingkan umbi.
Ukuran dan Karakteristik
Tanaman bawang merah dapat mencapai tinggi 45–60 cm dengan penyebaran 15–30 cm. Bunganya umumnya berwarna putih, meski kadang berwarna merah muda atau ungu, serta menarik serangga penyerbuk seperti lebah dan kupu-kupu.
Tanaman ini bersifat dua tahunan, namun lebih sering dibudidayakan sebagai tanaman semusim. Bawang merah relatif tahan dingin dan dapat mentolerir embun beku ringan.
Kandungan dan Nutrisi
Bawang merah mengandung beragam zat gizi dan senyawa aktif yang bermanfaat bagi kesehatan maupun pertumbuhan tanaman.
Zat Gizi Utama
Dalam 100 gram bawang merah mentah, terkandung:
- Kalori: 72 kkal
- Karbohidrat: 16,8 g
- Protein: 2,5 g
- Lemak: 0,1 g
- Serat makanan: 3,2 g
- Gula: 7,9 g
Vitamin dan Mineral
- Vitamin C: 8 mg (13% DV)
- Vitamin A: 119 IU (2% DV)
- Vitamin B6: 0,3 mg (15% DV)
- Folat: 34 mcg (9% DV)
- Kalium: 334 mg (10% DV)
- Besi: 1,2 mg (6% DV)
- Kalsium: 37 mg (3% DV)
- Magnesium: 21 mg (5% DV)
(DV = Daily Value, nilai harian yang direkomendasikan)
Senyawa Aktif
Bawang merah mengandung hormon auksin dan giberelin sebagai zat pengatur tumbuh alami. Selain itu, terdapat senyawa alliin yang melalui kerja enzim alliinase dapat diubah menjadi asam piruvat, amonia, dan allicin yang bersifat antimikroba dan bakterisida.
Senyawa Lain
Bawang merah juga mengandung sin-propanatial-S-oksida, senyawa yang terbentuk ketika jaringan umbi teriris. Senyawa ini dilepaskan akibat aktivitas enzim lachrymatory-factor synthase dan dapat menyebabkan iritasi pada mata hingga menimbulkan air mata.
Manfaat Bawang Merah
Bawang merah memiliki kegunaan yang luas, baik dalam bidang kuliner, kesehatan, maupun pertanian.
Kuliner
Bawang merah merupakan salah satu bumbu utama dalam masakan. Umbinya dapat dimakan mentah, dijadikan bumbu masak, acar, maupun diolah menjadi bawang goreng.
Bawang goreng digunakan sebagai penyedap pada berbagai hidangan seperti soto, sup, dan bubur ayam. Daunnya juga dapat dimanfaatkan sebagai campuran sayur.
Kesehatan
Bawang merah dikenal sebagai obat tradisional karena mengandung efek antiseptik dan berbagai senyawa aktif. Manfaat kesehatan yang diketahui antara lain:
- Melawan penyakit jantung, Kandungan alil sulfida, vitamin C, dan flavonoid quercetin membantu menjaga kesehatan jantung dengan menurunkan tekanan darah dan mengurangi peradangan.
- Mencegah kanker, Senyawa alil sulfida berfungsi untuk menghambat perkembangan sel kanker, meskipun penelitian lebih lanjut masih diperlukan.
- Mengurangi risiko obesitas, Kandungan serat larut, khususnya inulin, berfungsi sebagai prebiotik yang mendukung kesehatan usus dan membantu pengendalian berat badan.
- Mengatasi alergi musiman, Quercetin bekerja menghambat produksi histamin, sehingga dapat meredakan gejala alergi seperti bersin dan pilek.
- Meningkatkan memori, Inulin sebagai prebiotik mendukung suasana hati dan fungsi otak.
- Menjaga kesehatan mulut, Senyawa belerang memiliki sifat antibakteri terhadap bakteri penyebab bau mulut, kerusakan gigi, dan masalah gusi.
- Menyuburkan rambut, Kandungan belerang dapat meningkatkan sirkulasi darah di kulit kepala, merangsang pertumbuhan rambut, dan mencegah ketombe.
- Kesehatan kulit, Antioksidan dalam bawang merah mampu melawan radikal bebas, mengurangi jerawat, memperlambat tanda penuaan, serta membantu mencerahkan kulit wajah.
- Mencegah osteoporosis, Quercetin dan selenium berperan menjaga kesehatan tulang dan persendian.
Pertanian
Selain bermanfaat bagi manusia, bawang merah juga dapat digunakan dalam budidaya tanaman lain, antara lain:
- Perlindungan dari hama dan penyakit, Larutan ekstrak bawang merah dapat membantu mengendalikan serangan hama secara alami.
- Pupuk tambahan, Bawang merah yang dihancurkan dapat meningkatkan kandungan nutrisi tanah.
- Penangkal serangga, Aroma khas bawang merah efektif menolak serangga pengganggu seperti kutu daun dan ulat.
- Meningkatkan produksi buah, Senyawa sulfur berperan dalam fotosintesis dan penyerapan nutrisi.
- Pengendalian gulma, Ekstrak bawang merah dapat digunakan sebagai herbisida alami.
- Meningkatkan daya tahan tanaman, Sifat imunostimulan bawang merah memperkuat ketahanan tanaman terhadap penyakit.
- Penyubur tanah alami, Bawang merah dapat memperbaiki struktur tanah dan meningkatkan unsur hara.
Sosial dan Budaya
Di beberapa daerah, bawang merah memiliki nilai budaya tertentu, misalnya dijadikan bagian dari sesaji dalam upacara tradisional. Selain itu, komoditas ini juga menjadi identitas daerah penghasil utama seperti Brebes yang dikenal sebagai “kota bawang”.
Sumber:
- “BAWANG MERAH Allium cepa var. aggregatum G.Don” plantamor.com (Diakses pada 29 September 2025)
- “Tak Hanya Gurih, Ini 5 Manfaat Bawang Merah untuk Kesehatan Tubuh” www.alodokter.com (Diakses pada 29 September 2025)
- “Manfaat Bawang Merah untuk Tingkatkan Kesehatan Tanaman” rri.co.id (Diakses pada 29 September 2025)
- “Ini 9 Manfaat Bawang Merah untuk Kesehatan Tubuh” www.halodoc.com (Diakses pada 29 September 2025)
- “Seputar Tanaman Bawang Merah Di Indonesia” gokomodo.com (Diakses pada 29 September 2025)
- “Bawang merah” www.socfindoconservation.co.id (Diakses pada 29 September 2025)
- “BAWANG MERAH” kecmijen.semarangkota.go.id (Diakses pada 29 September 2025)



