Famili Cucurbitaceae (suku labu-labuan), merupakan kelompok tumbuhan berbunga yang terdiri dari sekitar 120 genus dan lebih dari 800 – 1000 spesies. Anggotanya umumnya berupa tanaman herba merambat atau menjalar yang tumbuh terutama di wilayah tropis dan subtropis. Ciri utama famili ini adalah keberadaan sulur (tendril) yang membantu tanaman memanjat, batang herba yang sering bersegi dan berongga, serta daun tunggal berselang-seling dengan bentuk yang umumnya berlekuk atau bercangap.
Secara reproduktif, famili Cucurbitaceae memiliki bunga uniseksual dengan susunan kelopak dan mahkota berjumlah lima, serta ovarium inferior yang berkembang menjadi buah tipe pepo atau buah berdaging dengan kulit luar yang relatif keras. Buah-buahnya bervariasi besar dan bentuknya, mengandung banyak biji pipih.
Famili ini mencakup sejumlah tanaman seperti labu (Cucurbita spp.), mentimun (Cucumis sativus L.), melon (Cucumis melo), semangka (Citrullus lanatus), pare (Momordica charantia L.), dan gambas (Luffa acutangula).
Karakteristik Umum
Famili Cucurbitaceae terdiri dari tumbuhan herba merambat (liana) yang memanjat atau menjalar, dengan batang yang lunak (herbaceous), terkadang sedikit berkayu, bahkan beberapa spesies memiliki batang berongga. Batang biasanya memiliki bentuk bersegi, seperti segi lima pada Melon (Cucurbita melo) atau segitiga pada labu kuning dan dilengkapi dengan buku-buku (nodes) tempat daun dan sulur tumbuh. Keberadaan sulur (tendril) merupakan ciri khas umum, sulur akan menggulung untuk membantu menopang tanaman pada penyangga di sekitarnya.
Daun famili Cucurbitaceae umumnya berupa daun tunggal, berselang-seling, dengan helaian berukuran besar, berlekuk atau bercangap, dan memiliki permukaan yang seringkali berbulu kasar. Variasi bentuk dapat dijumpai antarspesies, misalnya daun mentimun berbentuk menjantung dan bergerigi, sedangkan daun melon bercangap lima dengan lekukan yang jelas. Tangkai daun biasanya panjang dan merupakan perpanjangan tulang daun utama.
Bunga anggota famili Cucurbitaceae memiliki ciri khas berupa bunga uniseksual (terpisah antara jantan dan betina) dan bersifat aktinomorf, dengan struktur hypanthium. Kelopak dan mahkota umumnya berjumlah lima serta dapat lengket atau saling bersatu membentuk tabung. Pada bagian reproduktif, benang sari dapat terpisah atau menyatu, begitu pula ruang serbuk sarinya. Ovarium bersifat inferior dan tersusun dengan plasenta parietalis atau kadang bersatu di tengah. Setelah penyerbukan, ovarium berkembang menjadi buah berdaging (tipe pepo), yang pembesarannya berlangsung melalui proses pembelahan dan pembesaran sel.
Biji anggota famili Cucurbitaceae umumnya berbentuk pipih, berwarna putih hingga kecokelatan, dan sering dilapisi lendir seperti pada biji mentimun. Ukuran dan bentuk biji sangat bervariasi, misalnya biji melon berjumlah sekitar 500 – 600 per buah, sementara biji labu kuning menunjukkan variasi morfologis akibat pengaruh lingkungan dan geografi. Biji merupakan alat perbanyakan utama dalam banyak spesies dan sering menjadi indikator penting dalam identifikasi varietas.
Adaptasi dan Ekologi
Famili Cucurbitaceae memiliki persebaran luas secara global, tetapi pusat keanekaragamannya berada di wilayah tropis dan subtropis. Sebagian besar spesies tumbuh optimal pada daerah yang hangat dan lembap, sehingga hanya sedikit yang dapat beradaptasi dengan lingkungan beriklim sedang atau lokasi dengan suhu rendah dan embun beku. Keberadaan terbatas di daerah dingin disebabkan oleh sifat jaringan herba yang sensitif terhadap suhu ekstrem.
Cucurbitaceae dapat ditemukan pada berbagai tipe habitat, mulai dari hutan dataran rendah, daerah semi-kering, savana, hingga lingkungan budidaya pertanian. Kehadiran mereka di habitat alami sering bergantung pada penopang vegetasi lain, karena sebagian besar merupakan tanaman memanjat.
Dari segi interaksi ekologis, anggotanya memiliki hubungan penting dengan serangga penyerbuk, terutama lebah dan kumbang. Banyak spesies menghasilkan senyawa pahit seperti cucurbitacin sebagai mekanisme pertahanan kimia terhadap herbivora. Keanekaragaman ekologis ini mendukung tingginya jumlah spesies dalam famili, yang mencapai lebih dari 800 jenis.
Famili Cucurbitaceae beradaptasi dengan kebiasaan hidupnya sebagai tanaman merambat. Karakter paling khas adalah adanya sulur (tendril) yang tumbuh dari tunas samping. Sulur bersifat sensitif terhadap sentuhan, menggulung spiral setelah kontak dengan penopang, dan membantu menopang berat tanaman tanpa memerlukan batang berkayu keras. Adaptasi ini memungkinkan anggota famili ini menghemat energi struktural sambil tetap dapat mencapai cahaya optimal pada vegetasi yang lebih tinggi.
Famili Cucurbitaceae di Arsip Flora
Berikut ini adalah spesies dari famili Cucurbitaceae yang ada di Arsip Flora:



