Famili Moraceae adalah sebuah famili tumbuhan berbunga yang dikenal sebagai suku ara-araan atau suku murbei. Famili ini mencakup sekitar 60 genus dengan lebih dari 1.100 – 1.400 spesies, tersebar luas di daerah tropis dan subtropis, dengan distribusi kosmopolitan. Anggotanya sangat beragam, mulai dari pohon besar, perdu, liana, hingga herba sukulen kecil.
Buah merupakan bagian yang paling dikenal dari Moraceae. Sebagian besar menghasilkan buah majemuk berdaging, misalnya sukun dan nangka (Artocarpus), murbei (Morus), dan buah ara (Ficus). Secara taksonomi, famili Moraceae kini ditempatkan dalam ordo Rosales, satu klad dengan Urticaceae, Ulmaceae, Cannabaceae, dan Celtidaceae.
Famili Moraceae memiliki nilai ekologis dan ekonomis. Moraceae dimanfaatkan sebagai sumber pangan, kayu, bahan bangunan, karet, tanaman hias, tanaman obat, serta tanaman pelindung di berbagai ekosistem tropis.
Karakteristik Umum
Famili Moraceae merupakan famili tumbuhan berbunga yang dicirikan oleh keberadaan getah putih (latex) pada jaringan batang, daun, atau buah. Tumbuhan dalam famili ini umumnya berupa pohon, perdu, atau liana, dan sebagian kecil berupa herba sukulen. Daun umumnya tunggal, berseling, dapat beraneka bentuk, dan pada beberapa spesies dapat muncul berbagai tipe daun dalam satu individu, serta stipula yang mudah rontok sehingga meninggalkan bekas cincin pada batang.
Bunga famili Moraceae berukuran kecil, sering kali tidak mencolok, dan umumnya berumah satu atau berumah dua, dengan bunga jantan dan betina terpisah. Perhiasan bunganya sederhana (monochlamydeae) dan banyak spesies memiliki infloresens majemuk berupa pseudantium. Buahnya biasanya berdaging dan majemuk, merupakan ciri penting pada banyak genus seperti Ficus dan Artocarpus.
Secara anatomi, anggota famili Moraceae menunjukkan ciri dua karpel dengan salah satunya sering mereduksi, serta jaringan penghasil latex yang khas. Famili ini banyak ditemukan di daerah tropis dan subtropis, dan berperan penting secara ekologis maupun ekonomis, terutama sebagai penghasil buah, kayu, obat tradisional, dan bahan bangunan.
Adaptasi dan Ekologi
Famili Moraceae menunjukkan kemampuan adaptasi terhadap berbagai kondisi lingkungan, terutama di wilayah tropis dan subtropis. Keberadaan latex (getah putih) merupakan salah satu bentuk adaptasi fisiologis yang berfungsi sebagai mekanisme pertahanan terhadap herbivora dan patogen, karena sifatnya yang lengket dan sering kali beracun. Selain itu, banyak spesies memiliki daun yang bervariasi bentuknya bahkan dalam satu individu, memungkinkan penyesuaian terhadap intensitas cahaya yang berbeda.
Secara ekologis, famili Moraceae memainkan peran penting dalam struktur dan dinamika ekosistem hutan tropis. Beberapa genus seperti Ficus berfungsi sebagai keystone species, karena buahnya tersedia sepanjang tahun dan menjadi sumber makanan utama bagi berbagai satwa, termasuk burung, primata, dan kelelawar. Interaksi mutualistik antara Ficus dan tawon penyerbuk (Agaonidae) merupakan contoh adaptasi reproduktif unik yang mendukung keberlangsungan kedua organisme.
Banyak anggota famili Moraceae mampu hidup di lingkungan yang beragam, mulai dari hutan dataran rendah, hutan tropis basah, savana, hingga daerah pesisir. Sistem akar yang kuat memungkinkan spesies seperti beringin India (Ficus benghalensis) tumbuh besar dan mendominasi ruang, sementara spesies lain seperti Dorstenia dapat hidup sebagai herba bawah tajuk dengan cahaya terbatas.
Kemampuan menghasilkan buah berdaging juga mendukung penyebaran biji oleh hewan (zookori), sehingga membantu regenerasi hutan.
Famili Moraceae di Arsip Flora
Berikut ini adalah spesies dari famili Moraceae yang ada di Arsip Flora:



