Famili Arecaceae (suku palem-paleman/suku pinang-pinangan) adalah kelauarga tumbuhan yang berbunga tahunan (perenial) yang termasuk dalam ordo Arecales dari kelompok biji monokotil. Famili ini mencakup berbagai bentuk pertumbuhan, antara lain memanjat, semak, menyerupai pohon, hingga tanaman tanpa batang. Semua anggotanya secara umum dikenal dengan sebutan palem (palms), sedangkan yang berbatang tegak menyerupai pohon disebut pohon palem (palm trees).
Saat ini famili Arecaceae memiliki sekitar 181 marga (genus) dengan kurang lebih 2.600 spesies, sebagian besar tersebar di daerah tropis dan subtropis. Ciri khas palem adalah daunnya yang besar, majemuk, hijau abadi (evergreen), tersusun di ujung batang yang tidak bercabang. Pengecualian terdapat pada genus Hyphaene yang memiliki percabangan batang. Walaupun demikian, variasi morfologi pada famili ini sangat luas, dan anggotanya dapat ditemukan di berbagai tipe habitat, mulai dari hutan hujan hingga gurun.
Karakteristik Umum
Secara umum, famili Arecaceae memiliki sistem perakaran serabut yang kuat dan menyebar di permukaan tanah, berfungsi menopang batang yang tinggi dan berat. Batang biasanya berbentuk silindris, tidak bercabang, dan memiliki diameter relatif konstan karena tidak mengalami pertumbuhan sekunder sejati seperti pada tumbuhan dikotil berkayu. Beberapa jenis memiliki batang bawah tanah atau tidak tampak sama sekali di permukaan.
Daun palem berukuran besar, berwarna hijau, dan umumnya majemuk menyirip (pinnatus) atau menjari (palmatus). Daun tersusun secara spiral di ujung batang dengan pelepah tubular di pangkal yang sering membungkus batang muda. Pada beberapa spesies, pelepah ini membentuk serat keras yang digunakan untuk berbagai keperluan.
Perbungaan pada famili ini berbentuk spadiks atau tandan bunga majemuk, yang dilindungi oleh satu atau lebih seludang bunga (spatha). Bunganya kecil, berwarna putih atau kekuningan, dengan susunan simetri radial dan biasanya berkelamin tunggal, meskipun beberapa spesies memiliki bunga berkelamin ganda. Struktur bunga umumnya terdiri atas tiga sepal dan tiga petal, serta enam benangsari (stamen).
Buah palem umumnya berupa drupa berbiji tunggal, tetapi beberapa jenis menghasilkan buah dengan dua atau lebih biji. Lapisan luar buah sering kali berserat atau berdaging, bergantung pada spesiesnya. Contohnya, buah kelapa (Cocos nucifera L.) memiliki lapisan berserat tebal, sedangkan kurma (Phoenix dactylifera) berdaging lunak dan manis.
Sebagai monokotil, jaringan batang palem tersusun dari berkas pengangkut (xilem dan floem) yang tersebar, tanpa susunan melingkar atau kambium sekunder. Hal ini menyebabkan batang palem tidak menebal seiring usia, tetapi tetap kuat dan lentur.
Famili Arecaceae juga menampilkan keragaman ukuran yang ekstrem di antara anggotanya. Beberapa spesies seperti QuindÃo wax palm (Ceroxylon quindiuense) dapat mencapai tinggi lebih dari 60 meter, sedangkan coco de mer (Lodoicea maldivica) menghasilkan biji terbesar di dunia. Selain itu, daun palem raksasa Raphia spp. dapat mencapai panjang hingga 25 meter.
Adaptasi dan Ekologi
Famili Arecaceae menunjukkan kemampuan adaptasi yang baik pada berbagai kondisi lingkungan di wilayah tropis dan subtropis. Meskipun sebagian besar anggotanya tumbuh optimal di daerah beriklim panas dan lembap, beberapa spesies mampu beradaptasi pada lingkungan ekstrem, mulai dari hutan hujan tropis yang basah hingga gurun pasir yang kering.
Sebagian besar spesies palem ditemukan di hutan dataran rendah lembap, di mana mereka menempati berbagai lapisan vegetasi. Palem berukuran besar seperti Ceroxylon quindiuense atau Roystonea regia membentuk bagian dari tajuk atas (kanopi), sementara spesies yang lebih kecil seperti Chamaedorea elegans tumbuh di lapisan bawah (understory). Beberapa jenis, seperti Raphia hookeri, tumbuh subur di daerah rawa dan tepian sungai dengan kondisi tanah jenuh air atau tergenang secara periodik.
Di lingkungan yang lebih ekstrem, beberapa anggota Arecaceae menunjukkan adaptasi morfologis dan fisiologis khusus. Palem gurun seperti kurma (Phoenix dactylifera) memiliki daun tebal dan berlapis lilin, yang membantu mengurangi penguapan air. Akar yang panjang dan serabut menyebar memungkinkan tanaman ini mencapai sumber air tanah yang dalam. Sebaliknya, palem rawa seperti nipa (Nypa fruticans) memiliki batang bawah tanah dan daun menyirip besar, serta buah yang dapat mengapung di air, sebagai bentuk adaptasi terhadap habitat pasang surut di pesisir.
Beberapa spesies pegunungan, seperti Ceroxylon spp., tumbuh pada ketinggian di atas 1.000 mdpl, beradaptasi dengan suhu rendah dan udara tipis. Di kawasan pantai, palem seperti kelapa (Cocos nucifera L.) mampu bertahan terhadap salinitas tinggi dan angin laut, berkat bijinya yang ringan dan terapung sehingga dapat tersebar melalui laut ke berbagai pulau tropis.
Selain itu, famili Arecaceae menampilkan adaptasi terhadap berbagai jenis tanah, termasuk tanah berkapur, miskin unsur hara, bahkan tanah dengan kadar logam berat tinggi seperti tanah serpentinit. Adaptasi semacam ini menjadikan famili Arecaceae mampu mengkolonisasi berbagai ekosistem, dari hutan hujan lembap hingga padang rumput dan savana kering.
Secara ekologis, palem bermanfaat dalam jaringan kehidupan tropis. Daun, bunga, dan buahnya menjadi sumber pakan bagi berbagai satwa seperti kelelawar, burung, monyet, dan serangga penyerbuk. Beberapa spesies palem juga menjadi tanaman awal untuk regenerasi hutan karena kemampuannya tumbuh di tanah terbuka dan tergenang.
Famili Arecaceae di Arsip Flora
Berikut ini adalah spesies dari famili Arecaceae yang ada di Arsip Flora:



