Famili Rafflesiaceae atau suku Rafflesia-rafflesiaan atau suku Padma-padmaan adalah conto dari adaptasi ekstrem tumbuhan parasit. Mereka kehilangan seluruh bagian tubuh vegetatifnya dan hidup sepenuhnya dari inang, tetapi mampu menghasilkan bunga terbesar dan paling unik di dunia, dengan bau menyengat.
Famili Rafflesiaceae terdiri dari sekitar 36 spesies dalam 3 genus, yaitu Rafflesia, Rhizanthes, dan Sapria. Tumbuhan ini hidup di hutan tropis Asia Tenggara dan Asia Timur, termasuk Indonesia, Malaysia, dan Filipina.
Karakteristik Umum
Famili Rafflesiaceae merupakan kelompok tumbuhan parasit sejati (holoparasit) yang hidup sepenuhnya menumpang pada tanaman inang, terutama sulur dari genus Tetrastigma (famili Vitaceae). Tumbuhan ini ditemukan di hutan hujan tropis Asia Tenggara dan Asia Timur, termasuk di Indonesia, Malaysia, Thailand, dan Filipina.
Famili Rafflesiaceae tidak memiliki akar, batang, maupun daun sejati, dan tidak mengandung klorofil, sehingga tidak dapat berfotosintesis. Seluruh bagian vegetatifnya hidup tersembunyi di dalam jaringan inang dan hanya muncul ke permukaan ketika bunga mekar.
Bagian bunga merupakan satu-satunya struktur yang tampak di luar, dan menjadi ciri paling menonjol dari famili ini. Bunga famili Rafflesiaceae berukuran sangat besar, berwarna merah kecokelatan dengan bintik-bintik putih atau kuning, serta mengeluarkan bau busuk menyerupai bangkai untuk menarik lalat bangkai sebagai penyerbuk.
Bentuknya menyerupai mangkok besar dengan bagian tengah berlubang yang disebut diaphragma, dan umumnya bunga bersifat uniseksual, artinya terpisah antara bunga jantan dan betina. Bunga biasanya muncul langsung dari akar atau batang bawah tanaman inang.
Adaptasi dan Ekologi
Famili Rafflesiaceae beradaptasi ekstreem sehingga famili ini menjadi famili pada kingdom Plantae yang paling unik di dunia. Karena hidup sepenuhnya menumpang pada tanaman inang, terutama pada sulur Tetrastigma (famili Vitaceae), Rafflesiaceae mengalami reduksi organ vegetatif secara total. Tumbuhan ini tidak memiliki akar, batang, maupun daun sejati, serta tidak mengandung klorofil, sehingga tidak mampu berfotosintesis.
Sebagai gantinya, seluruh bagian tubuhnya (kecuali bunga) berbentuk jaringan mikroskopis yang hidup di dalam jaringan inang, berfungsi menyerap air dan zat hara secara langsung. Adaptasi ini memungkinkan famili Rafflesiaceae bertahan di lingkungan hutan tropis yang lembap dan teduh, di mana keberadaan inang mereka melimpah.
Dalam hal adaptasi morfologi, bagian bunga menjadi struktur yang paling berkembang dalam kelangsungan hidup spesies ini. Bunga famili Rafflesiaceae berukuran sangat besar, berdaging tebal, dan berwarna merah kecokelatan menyerupai daging busuk. Selain itu, bunga mengeluarkan bau menyengat seperti bangkai yang berfungsi menarik lalat bangkai (carrion flies) sebagai penyerbuk.
Adaptasi ini disebut mimikri bau bangkai (sapromiatik), yaitu strategi penyerbukan yang meniru aroma dan tampilan daging membusuk untuk menipu serangga penyerbuk. Lalat yang tertarik akan masuk ke bagian tengah bunga (disebut diaphragma) dan tanpa sadar membawa serbuk sari dari bunga jantan ke bunga betina.
Secara ekologis, famili Rafflesiaceae memiliki peran penting sebagai bagian dari rantai kehidupan di hutan tropis. Walaupun bersifat parasit dan mengambil nutrisi dari tanaman inangnya, tumbuhan ini tidak menyebabkan kematian langsung pada inangnya, ia hanya mengambil sebagian sumber dayanya.
Keberadaannya bergantung sepenuhnya pada distribusi dan kondisi ekologis tanaman Tetrastigma, sehingga kelestarian famili Rafflesiaceae sangat terkait dengan keberadaan hutan primer tempat inangnya tumbuh. Selain itu, proses penyerbukan dan penyebaran bijinya juga sangat bergantung pada hewan, lalat bangkai sebagai penyerbuk, serta kemungkinan tikus, semut, atau serangga kecil sebagai penyebar biji ke jaringan inang baru.
Dari segi adaptasi fisiologis dan genetik, famili Rafflesiaceae menunjukkan perubahan besar dalam sistem genetiknya. Mereka telah kehilangan gen kloroplas yang diperlukan untuk fotosintesis dan bahkan memperoleh beberapa gen dari tanaman inangnya melalui transfer gen horizontal. Adaptasi genetik ini memperkuat ketergantungan famili Rafflesiaceae pada inangnya dan menunjukkan bagaimana evolusi dapat membentuk organisme yang sepenuhnya bergantung pada spesies lain.
Famili Rafflesiaceae di Arsip Flora
Berikut ini adalah spesies dari famili Rafflesiaceae yang ada di Arsip Flora:



