Jati belanda adalah salah satu spesies tumbuhan berbentuk pohon dari famili Malvaceae (suku kapas-kapasan). Tumbuhan ini memiliki nama ilmiah Guazuma ulmifolia dan berasal dari bioma beriklim tropis kering dengan sebaran mulai dari Meksiko hingga kawasan tropis Amerika. Nama ilmiah Guazuma ulmifolia pertama kali dipublikasikan oleh botanis Jean-Baptiste Lamarck pada tahun 1789.
Tanaman ini dikenal dengan berbagai sebutan, antara lain jati belanda (Melayu), jati londo (Jawa), bastardcedar (Inggris), orme d’amerique (Prancis), dan Guasima (Meksiko). Jati belanda dibawa dari Amerika ke Indonesia oleh orang Portugis dan dikultivasi di Jawa Tengah dan Jawa Timur.
Klasifikasi Ilmiah
- Kingdom: Plantae
- Subkingdom: Viridiplantae
- Superdivisi: Embryophyta
- Divisi: Tracheophyta
- Subdivisi: Spermatophytina
- Kelas: Magnoliopsida
- Subkelas: Dilleniidae
- Ordo: Malvales
- Famili: Malvaceae
- Genus: Guazuma
- Spesies: Guazuma ulmifolia Lam.
Morfologi
Jati belanda merupakan pohon dengan batang keras, bulat, bercabang, berkayu, beralir, permukaan kasar, dan berwarna cokelat kehijauan hingga hijau keputihan.
Daunnya berbentuk bulat telur sampai lanset dengan panjang 4–22,5 cm dan lebar 2–10 cm. Daun memiliki pangkal menyerong berbentuk jantung, ujung tajam, serta pinggiran bergerigi. Permukaan daun bagian atas berambut jarang, sedangkan bagian bawah berambut rapat. Tangkai daun berukuran 5–25 mm. Daun jati belanda memiliki stipula (daun penumpu) yang biasanya gugur pada tahap awal.
Bunga jati belanda berupa bunga mayang yang tumbuh di ketiak daun. Bunganya kecil, soliter, berbentuk bulat agak ramping, berbau wangi, dengan gagang bunga sepanjang ±5 mm. Kelopak bunga berukuran sekitar 3 mm, sementara mahkotanya berwarna kuning dengan panjang 3–4 mm dan tajuk terbagi dua.
Buah jati belanda berbentuk bulat dengan diameter 2–5,5 cm, berwarna hijau ketika muda dan hitam saat masak, serta berpermukaan berduri keras. Buah berisi biji kecil dan keras. Tanaman ini berbuah pada musim penghujan. Sistem perakaran berupa akar tunggang berwarna putih kecoklatan.
Kandungan Kimia
Daun jati belanda mengandung fitonutrien dengan berbagai khasiat, antara lain:
- Alkaloid
- Flavonoid
- Saponin
- Terpenoid
- Steroid
- Kuinon
- Tanin
Kandungan tersebut diketahui memiliki efek antidiabetes, antioksidan, antiinflamasi, antibakteri, dan antivirus.
Habitat dan Sebaran
Jati belanda tumbuh subur pada ketinggian 1–1.200 mdpl, dengan musim kering 4–7 bulan serta curah hujan tahunan 700–1.500 mm. Tumbuhan ini dapat berkembang baik pada tanah gembur maupun liat di area terbuka. Perbanyakan dapat dilakukan melalui biji atau stek tunas berakar, dengan perawatan berupa penyiraman, pemeliharaan kelembaban tanah, dan pemupukan organik.
Sebaran Asal
Argentina Timur Laut, Belize, Bolivia, Brasil (Utara, Timur Laut, Selatan, Tenggara, Barat Tengah), Kepulauan Cayman, Kolombia, Kosta Rika, Kuba, Republik Dominika, Ekuador, El Salvador, Guyana Prancis, Galápagos, Guatemala, Guyana, Haiti, Honduras, Jamaika, Kepulauan Leeward, Meksiko (berbagai wilayah), Nikaragua, Panama, Paraguay, Peru, Puerto Rico, Karibia Barat Daya, Suriname, Trinidad dan Tobago, Venezuela, Kepulauan Antilles Venezuela, Kepulauan Windward.
Sebaran Luar Asal
India, Mauritius, Pakistan, Réunion, Sri Lanka, Indonesia, Vietnam.
Status Konservasi
Menurut Redlist IUCN, status konservasi jati belanda tergolong sebagai Least Consern (LC) atau dapat diartikan populasi jati belanda masi banyak ditemukan.
Pemanfaatan
Kegunaan Tradisional dan Industri
Jati belanda dimanfaatkan dalam berbagai bidang. Daunnya digunakan dalam ramuan obat pelangsing, sedangkan batangnya dipakai untuk membuat furnitur, perlengkapan rumah, baki hantaran, kotak cincin, perhiasan, serta dekorasi dan booth dagang.
Obat Herbal dan Khasiat
Daun jati belanda digunakan sebagai bahan obat tradisional, dengan beberapa manfaat yang telah diteliti:
- Menurunkan berat badan – Ekstrak daun digunakan dalam produk teh pelangsing, dengan flavanol yang berpotensi mengubah jaringan adiposa putih menjadi cokelat.
- Mengontrol gula darah – Ekstrak dikombinasikan dengan temulawak berpotensi meningkatkan produksi insulin.
- Mengurangi kolesterol jahat – Formula jamu berbahan jati belanda dan tanaman lain terbukti menurunkan kadar LDL.
- Mengatasi gangguan ginjal – Kandungan kimia daun berpotensi mencegah kerusakan jaringan ginjal.
- Meredakan batuk – Air rebusan daun atau kulit batang digunakan dalam pengobatan tradisional untuk batuk, bronkitis, dan asma.
- Menghambat inflamasi dan stres oksidatif – Ekstrak etanol daun efektif menurunkan kadar CRP dan aktivitas inflamasi pada uji laboratorium.
Cara Pengolahan
Ramuan tradisional biasanya dibuat dengan merebus tujuh lembar daun segar dalam 1,5 gelas air hingga tersisa 1 gelas. Air rebusan disaring dan dapat ditambahkan madu sebelum diminum satu hingga dua kali sehari.
Keamanan dan Efek Samping
Penelitian mengenai manfaat jati belanda sebagian besar masih terbatas pada uji laboratorium dan hewan percobaan. Konsumsi dalam dosis tinggi dapat menimbulkan efek samping seperti mual, muntah, atau diare. Penelitian juga menemukan dampak negatif terhadap ginjal pada tikus, berupa peningkatan peradangan, penyumbatan pembuluh darah, hingga kematian jaringan ginjal.
Oleh karena itu, penggunaan jati belanda sebagai obat herbal perlu dilakukan secara hati-hati, dan sebaiknya dikonsultasikan dengan tenaga medis.
Sumber:
- “Guazuma ulmifolia Lam.” powo.science.kew.org (Diakses pada 18 September 2025)
- “Jati Belanda” jamupedia.com (Diakses pada 18 September 2025)
- “JATI BELANDA Guazuma ulmifolia Lam.” plantamor.com (Diakses pada 18 September 2025)
- “5 Khasiat Daun Jati Belanda untuk Kesehatan dan Keamanannya” hellosehat.com (Diakses pada 18 September 2025)
- “Jati Belanda – Guazuma ulmifolia Lam.” www.tamanhusadagrahafamili.com (Diakses pada 18 September 2025)
- “Daun Jati Belanda – Kandungan dan Manfaatnya untuk Penurunan Berat Badan” www.sirka.health (Diakses pada 18 September 2025)
- “Jati Belanda Kaya Khasiat di Setiap Bagian” www.greeners.co (Diakses pada 18 September 2025)
- “Guazuma ulmifolia” www.iucnredlist.org (Diakses pada 30 September 2025)



